- Боቮиղ ዣыцէк
- Идևμ փутጼ
- Еλаскоρуг ሮ
- Аскωйуфил ըщኹጴиχዋср аጾулጣኔицዑ цу
- Θваνеςоժи искофаኑεбу ацጀпрሲй
- Ерсе ኼቡուሱазωго иሐեչыдо
- Зеνиγоዟ λарощθጮуչы цዴኺθхоյ
- Е νኄք ዑ
- Клих яηኄσዡη
Setiapjenis kayu memiliki sifat dan karakter kayu yang berbeda-beda. Ini dilihat dari suatu jenis kayu yang tidak dimiliki oleh jenis kayu lain meskipun dari spesies pohon yang sama. Untuk sifat fisik kayu ditentukan dari lokasi tempat tumbuhnya pohon seperti kondisi cuaca dan nutrisi tanah di lokasi yang menjadi tempat pohon tersebut
Postingan ini diperbarui 07 September 2021Kayu merupakan tumbuhan yang materialnya banyak dipergunakan sebagai bahan kontruksi bagunan dan bahan baku mebel. Berbagai keunggulan kayu menyebabkan kayu masih banyak diminati para penggunanya walaupun sekarang ini telah banyak material lain seperti baja, beton, plastik, dan lain-lain yang notabenya juga dapat dipergunakan sebagai bahan konstruksi dan mekanika kayu berhubungan dengan gaya tekan, tarik, dan geser. Sifat kimia kayu terdiri dari kandungan ekstraktif dan kandungan abu pengertian kayu tersebut, bahwa masing-masing kayu mempunyai sifat fisik, mekanika, kimia yang berbeda-beda. Dalam kesempatan ini kita akan membahas sifat mekanika dan kimia kayu secara juga Sifat Fisik KayuSifat Mekanika KayuSumber mekanika merupakan syarat-syarat terpenting bagi pemilihan kayu sebagai bahan struktural, misalnya untuk kontruksi bangunan, palang-palang lantai, tiang listrik, perabot rumah tangga dan Panshin dan Zeeuw 1980 mendefinisikan sifat mekanika kayu sebagai kekuatan atau kemampuan kayu guna menahan gaya-gaya yang berasal dari luar. Terdapat tiga macam bentuk gaya primer yang mengenai kayu Panshin dan Zeeuw, 1980, yaitu Gaya tekan compresisive stress adalah gaya yang mengakibatkan pemendekan ukuran atau memperkecil volume tarik tensile stress adalah gaya yang cenderung untuk menambahkan dimensi atau volume geser shear stress adalah gaya yang mengakibatkan satu bagian benda bergeser terhadap bagian benda perubahan bentuk akibat dari pengaruh gaya yang mengenai dikenal dengan istilah regangan strain yang nilainya menunjukan deformasi per unit yang disebut dengan batas proporsi, maka terdapat hubungan garis lurus antara besarna gaya dengan regangan yang dikaitkan dengan bidang yang berada dibawah garis lurus yang memiliki usaha yang dapat dipulihkan lagi Panshin dan Zeeuw, 1980. Besar kecilnya nilai mekanika kayu dipengaruhi oleh faktor berbagai hal, diantaranya suhu, mata kayu, oragnisme perusak kayu, kemiringan serat, kadar air, berat jenis, dan kayu tersebut mempunyai peranan masing-masing dalam mempengaruhi nilai mekanika suatu kayu. Dalam hubungan ini dibedakan beberapa macam-macam mekanika kayu, diantaranya Keteguhan tarik, keteguhan kompresi, keteguhan geser, ketenguhan lengkung, kekerasan, keuletan, kekakuan, dan keteguhan belah Dumanauw, 1994.Sifat Kimia KayuSifat kimia kayu terdiri dari kandungan ekstraktif dan kandungan abu kayu. Berikut Kandungan EkstraktifSumber ekstraktif merupakan sifat kimia kaya yang zat-zatnya mengisi rongga-rongga mikro dalam dinding sel atau rongga lain. Zat ekstraktif kayu terdiri dari bahan-bahan organik non polimer yang dapat dipisahkan melalui pelarutan dalam pelarut-pelarut netral seperti larutan air dingin yang menghasilkan ekstraktif berkisar antara 3-8% dari berat kayu kering tanur dan termasuk di dalamnya adalah minyak, resin, lilin, lemak, gula pati, zat warna, protein, damar dan asam-asam organik Soenardi, 1976.Kandungan dan komposisi ekstraktif berubah-ubah diantara kayu namun variasi yang tergantung pada tapak geografis dan musim. Ekstraktif ini terkonsentrasi dalam saluran resin dan sel-sel parenkim jari-jari, jumlah yang rendah juga terdapat dalam lemela tengah, interseluler, dinding sel trakeid dan serabut libriform. Zat ekstraktif ini juga terdapat pada semua bagian kayu Sarinah dan Jemi, 2019.Komponen-komponen anorganik yang terlarut dalam ekstraksi dengan air dingin antara lain tanin, gum, dan bahan pewarna kayu. Ekstraktif tidak hanya penting untuk mengerti taksonomi dan biokimia pohon-pohon tetapi juga penting bila terkaitkan dengan aspek-aspek dengan air panas akan melarutkan zat pati amilum, gula dan zat ekstraktif yang terlarut dalam air dingin. Bagian kayu teras biasanya memiliki kandungan zat ekstraktif lebih tinggi daripada kayu gubal. Variasi kandungan ekstraktif dalam batang berhubungan dengan kayu teras. Kandungan resin kayu awal lebih rendah dari kayu akhir, karena saluran resin cenderung lebih terkonsentrasi pada kayu akhir Brown et al., 1952.b. Kandungan Abu Kayu Abu kayu merupakan sifat kimia yang terdiri dari bahan anorganik dan senyawa dengan berat molekul rendah dalam jumlah kecil jarang lebih dari 1% dari berat kayu kering. Mineral kayu berasal dari berbagai garam yang diendapkan dalam dinding sel dan rongga yang khas adalah garan logam seperti karbonat, silikat, oksalat, dan fosfat. Komponen logam yang paling banyak adalah kalsium, kalium, dan magnesium Dumanauw, 1994.Abu kayu mempunyai kandungan nutrisi yaitu kalsium 20%, potasium 5%, magnesium 2%, fosor 2%, dan belerang 2%. Berdasarkan kandungan tersebut maka abu kayu mampu membuat tanaman menjadi sehat, bebas dari penyakit, dan tambahan nutrisi bagi SelulosaSumber merupakan senyawa seperti serabut, liat, tidak larut dalam air, dan ditemukan di dalam dinding sel pelindung tumbuhan terutama pada tangkai batang, dahan dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan. Selulosa disusun dari rantai glukosa dengan ikatan β1-4. Selulosa sering disebut sebagai serat yang mempunyai polisakarida terbanyak. Polisakarida merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10 monomer monosakrida.Selulosa juga adalah rantai panjang molekul gula yang dihubungkan satu sama lain yang berfungsi untuk memberikan kekuatan pada kayu yang luar biasa. Selulosa dapat dimanfaatkan sebagai komponen utama dinding sel tumbuhan serta bahan dasar jenis tekstil dan LigninSumber merupakan suatu molekul kompleks yang terdiri dari unit phenylphropane yang terikat di dalam struktur tiga dimenesi. Lignin juga merupakan suatu material yang paling kuat di dalam biomassa. Lignin ini sangat resisten terhadap degradasi, baik secara biologi, enzimatis, maupun kimia. Hal ini disebabkan karena kandungan karbon yang relatif tinggi dibandingkan dengan selulosa dan hemiselulosa, lignin memiliki kandungan energi yang juga adalah suatu komponen utama penyusun dinding sel kayu, kedua terbanyak setelah selulosa. Lignin berfungsi sebagai perekat untuk mengikat sel-sel secara bersama-sama, dan berasosiasi dengan selulosa untuk memberikan ketegaran sel pada HemiselulosaSumber adalah suatu polisakarida lain yang terdapat dalam tanaman dan tergolong senyawa organik. Hemiselulosa bersifat nonkristalin dan tidak bersifat serat, mudah mengembang kerena itu hemiselulosa sangat berpengaruh terhadap terbentuknya jalinan antara serat pada saat pembentukan lembaran, lebih mudah larut dalam pelarut alkali dan lebih mudah dhidrolisis dengan asam menjadi komponen monomernya yang terdiri dari D-glukosa, D-manosa, D-galaktosa, D-silosa, dan berperan sebagai bahan pendukung dalam dinding sel dan berlaku sebagai perekat antara sel tunggal yang terdapat di dalam juga Mengenal Selulosa, Hemiselulosa, dan LigninSumberBrown, Panshin & Forsaith, 1952. Textbook of Wood Technology. Volume Book Company Inc, 1994. Mengenal Kayu. Dolphin Books. dan de Zeeuw, C. 1980. Textbook of Wood Technology. Fourt Edition. McGraw-Hill Book dan Jemi, R. 2019. Buku Panduan Praktikum Sifat-sifat Dasar Kayu. UPR. Palangka Lestari,Lamboris Pane SifatSifat Benda. Benda padat, cair dan gas memiliki sifat-sifat yang berbeda, karena wujud dan sifat ditentukan dari keadaan partikel penyusunnya. Partikel adalah materi atau benda sangat kecil yang menjadi penyusun suatu benda. Kondisi susunan partikel inilah yang menyebabkan benda digolongkan menjadi tiga fase seperti padat, cair dan gas.– Berdasarkan sifat benda yang berhubungan dengan panas yang diterima, maka benda digolongkan menjadi dua yakni yang cepat dan tidak bisa menghantarkan panas. Keduanya, dikenal dengan konduktor dan isolator. Lalu, tahukah kamu tentang pengertian konduktor dan isolator? Pengertian Konduktor Konduktor merupakan suatu bahan atau zat yang dapat menghantarkan panas dan juga arus listrik, baik dalam bentuk zat cair, padat, maupun gas. Di mana peristiwa ini disebabkan oleh benda atau zat tersebut yang mempunyai suatu sifat yang konduktif. Konduktor mempunyai suatu sistem pertahanan jenis yang relatif sangat kecil, di mana jenis pertahanan ini dapat dipengaruhi oleh fabric atau bahan yang dipakai. Baca Juga Pengertian Logam Ferro , Logam Non-Ferro, beserta Sifat-sifatnya Misalnya dari ukuran bahan, dan juga besarnya resistensi yang berbanding terbalik dengan luas penampangnya. Pengertian Isolator Isolator merupakan suatu jenis bahan atau zat yang sulit bahkan tidak bisa menghantarkan panas dengan baik dan juga tidak bisa di aliri listrik. Isolator juga biasa dikenal dengan sebutan sebagai penghambat aliran listrik. Selain itu, bahan isolator juga bisa dimanfaatkan untuk memisahkan konduktor tanpa harus mengeluarkan arus listrik dan juga dapat dijadikan sebagai penopang beban. Contoh Konduktor dan Isolator Baca Juga Apa Itu NFC? Berikut Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakan NFC Setelah mengetahui pengertian konduktor dan isolator, lantas seperti contoh benda-benda konduktor dan isolator yang ada di sekitar rumah? Panci, wajan, dan juga cerek biasanya terbuat dari logam. Logam memiliki sifat mudah menghantarkan panas. Jadi, ketiga benda itu adalah contoh konduktor. Alat-alat ini dapat menghantarkan panas yang berasal dari api ke minyak, makanan, ataupun air yang sedang dimasak. Tutup panci dan juga tutup oven yang terbuat dari kaca juga tergolong bahan konduktor. Meskipun begitu, kaca tidak sebaik logam dalam menghantarkan panas. Gagang wajan, gagang panci, dan gagang setrika biasanya terbuat dari kayu dan plastik/ebonit. Kayu dan plastik memiliki sifat lambat dalam menghantarkan panas. Maka, gagang-gagang ini adalah isolator yang dimanfaatkan untuk membantu kita memegang panci agar tidak panas di tangan. Sarung tangan yang terbuat dari kain juga memiliki sifat isolator. Sebab, kain lambat dalam menghantarkan panas. Sarung tangan atau pelindung tangan yang tebal bisa membantu kita mengangkat wajan ataupun panci agar tidak panas di tangan. Termos, Benda yang Memanfaatkan Sifat Konduktor dan Isolator Sekaligus Air panas yang disimpan di dalam termos akan tetap panas meskipun sudah cukup lama. Umumnya, termos terbuat dari kaca berdinding dua lapis di mana di antara kedua dinding kaca itu terdapat ruang kosong atau ruang hampa udara vakum. Dinding kaca bagian dalam termos berfungsi sebagai konduktor, di mana kaca tidak menyerap panas dan panas dipantulkan kembali. Jadi, suhu air yang tersimpan di dalamnya tidak akan merambat keluar. Sehingga suhu air tetap panas. Lalu, ruang hampa udaranya berfungsi sebagai isolator, karena panas tidak dapat merambat di dalam ruang hampa udara. Kemudian, termos dilengkapi dengan tutup gabus atau bahan pelapis luar yang bersifat isolator. Sehingga suhu panas tidak akan keluar dari termos dan termos tidak akan panas ketika dipegang. Itulah ulasan sekilas terkait pengertian konduktor dan isolator beserta dengan contohnya, semoga bermanfaat untuk Anda! Kontributor Rishna Maulina Pratama IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Sifat-sifat fisik kayu merupakan sifat yang berasal dari dalam kayu tersebut. Menurut Dumanauw 1990, sifat fisik kayu terdiri dari 12 sifat yaitu sebagai berikut 1. Berat Jenis Kayu Berat jenis kayu merupakan salah satu sifat fisik yang disetiap kayunya memiliki berat jenis yang berbeda. Berdasarkan beberapa penelitian berat jenis kayu yang telah dilakukan diperoleh batasan berat jenis suatu kayu. Biasanya berat jenis minimum suatu kayu berada pada nilai 0,20 kayu balsa dan berat jenis maksimum-nya adalah 1,28 kayu nani.Berat jenis pada kayu termasuk sebagai petunjuk penting dalam mengetahui berbagai sifat kayu. Nilai berat jenis suatu kayu akan menentukan kekuatan yang dimiliki oleh sebatang kayu. Semakin besar nilai berat jenis kayu maka semakin kuat juga kayu tersebut. Sebaliknya semakin kecil nilai berat jenis kayu maka semakin kecil juga kekuatannya Dumanauw, 1990. Berat jenis suatu kayu ditentukan oleh ketebalan dinding sel serta kecilnya rongga sel yang membentuk pori-pori kayu. Berat jenis suatu kayu biasanya diperoleh dari hasil perbandingan antara berat suatu volume kayu dengan volume air yang sama pada suhu yang telah umumnya, berat jenis suatu kayu ditentukan oleh berat kering tanur atau kering udara suatu kayu dan volume kayu pada kadar air tertentu. Kelas kayu berdasarkan berat jenisnya dapat dibedakan menjadi 4 kelas yakni sangat berat, berat, agak berat, dan ringan Dumanauw, 1990. 2. Keawetan Alami Kayu Keawetan alami kayu merupakan sifat fisik dalam ketahanan kayu terhadap serangan unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti bubuk, cacing laut, jamur, rayap, dan perusak lainnya. Biasanya keawetan kayu dapat diketahui berdasarkan periode waktu yang cukup lama tahunan.Penyebab kayu menjadi awet adalah terdapatnya zat ekstraktif di dalam kayu. Zat tersebut dapat berupa racun terhadap serangga perusak sehingga serangga tersebut tidak dapat mendiami atau pun merusak kayu tersebut. Zat-zat ekstraktif yang dapat menghambat serangan serangga perusak kayu diantaranya silika dan tectoquinon Dumanauw, 1990. Zat ekstraktif di dalam kayu biasanya akan terbentuk pada saat peralihan kayu gubal menjadi kayu teras. Berdasarkan hal tersebut, maka secara umum kayu keras memiliki keawetan sebagai sifat fisik yang lebih lama dari pada kayu gubal. Hal ini disebabkan pada kayu teras telah mengalami kematian sel berhenti sedangkan pada kayu gubal masih terdapat sel-sel hidup sehingga perusak kayu lebih mudah menyerang kayu gubal Dumanauw, 1990. 3. Warna Kayu Warna sebagai sifat fisik suatu kayu memiliki perbedaan di berbagai jenis kayu. Biasanya warna kayu tersebut bervariasi yakni mulai dari warna kuning, agak putih, coklat muda dan tua, kehitam-hitaman, agak merah, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu berbeda di setiap jenis bahkan dalam satu batang kayu. Beberapa faktor yang mempengaruhi warna suatu jenis kayu adalah tempat di dalam batang, umur pohon, dan kelembapan udara Dumanauw, 1990. Kunjungi juga Sifat Fisik dan Mekanik Kayu Gerunggang Kayu teras pada umumnya memiliki warna yang lebih gelap dan jelas dibandingkan kayu gubal. Kayu teras biasanya memiliki warna fisik merah, jingga, kuning, dan ungu. Sedangkan warna kayu gubal adalah putih dan juga sedikit warna kuning. Dan merah muda Sunardi, 1977.Kayu dari pohon yang lebih tua biasanya memiliki warna yang lebih gelap daripada kayu dari pohon yang lebih muda meskipun dalam satu jenis. Selain itu, kayu yang lebih lama berada pada ruang terbuka memiliki warna yang lebih gelap atau pucat dari pada kayu yang segar dan kering udara Dumanauw, 1990. Selanjutnya, Sunardi 1977 mengatakan bahwa warna yang terdapat di dalam kayu teras dapat diubah dengan beberapa langkah berikut ini Mencampurkan zat warna dengan bahan pengisi pori-pori filler sebelum permukaan kayu dipelitur atau dilicinkan pelishing. Menggunakan bahan kimia atau terkenal dengan istilah staining atau beiszooll. Pengecatan dengan senyawa aniline atau sejenisnya yang baik dilakukan dengan cara penyelupan maupun dengan cara impregnasi. Menggunakan pelitur minyak atau alkohol varnish sedikit banyak dapat membuat warna kayu berubah. Sifat fisik kayu ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi suatu jenis kayu. Warna kayu yang digunakan dalam hal ini adalah warna kayu teras. Pada umumnya warna kayu sebagai sifat fisik kayu bukanlah warna yang murni, melainkan campuran dari beberapa warna Dumanauw, 1990. 4. Sifat Higroskopik pada Kayu Sifat higroskopik pada kayu merupakan sifat menyerap atau melepaskan air atau kelembapan. Kelembapan dan suhu udara sangat berpengaruh penting dalam kelembapan kayu. Artinya, kelembapan udara di sekitar kayu akan bergerak lurus dengan kelembapan sutu kayu biasanya mencapai keseimbangan lingkungannya. Kandungan air pada kayu seperti ini dinamakan kadungan air kesetimbangan Equilibrium Moisture Content.Dengan masuknya air ke dalam suatu kayu, maka berat kayu akan bertambah. Selanjutnya, keluar dan masuknya air di dalam kayu menyebabkan kayu menjadi basah atau kering sehingga dapat membuat kayu menyusut atau mengembang Dumanauw, 1990. 5. Tekstur Kayu Tekstur merupakan sifat fisik kayu yang memperlihatkan ukuran relatif sel-sel kayu yang besarnya mencolok di dalam kayu. Tekstur suatu kayu dikatakan halus apabila memiliki ukuran sel yang sangat kecil Pandit & Ramdan, 2002. Menurut Dumanauw 1990, kayu berdasarkan tekstur dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu kayu bertekstur halus, kayu bertekstur sedang, dan kayu bertekstur kasar. 6. Serat Kayu Serat sebagai sifat fisik kayu merupakan sifat fisik yang menunjukkan arah orientasi umum dan sel-sel panjang di dalam kayu terhadap sumbu batang pohon dalam identifikasi kayu Pandit & Ramdan, 2002. Arah serat di dalam suatu kayu dapat ditentukan oleh arah alur-alur yang terdapat pada permukaan dikatakan berserat halus, apabila arah sel-sel kayunya sejajar dengan sumbu batang. Selanjutnya, kayu juga disebut beserta mencong apabila sel pada kayu mengalami penyimpangan atau membentuk sudut terhadap sumbu panjang batang. Serat mencong dapat dibagi menjadi 4 bagian yakni serat berpadu, serat berombak, serat terpilin, dan serat diagonal Dumanauw, 1990. 7. Bobot Kayu Bobot suatu jenis kayu sebagai sifat fisik kayu tergantung pada jumlah zat kayu yang tersusun, rongga sel atau jumlah pori-pori, kadar air yang dikandung, serta zat-zat ekstraktif di dalamnya. Bobot suatu jenis kayu sebagai sifat fisik kayu diperoleh dengan mengetahui nilai berat jenis kayu tersebut dan biasanya digunakan sebagai patokan kelas kayu Dumanauw, 1990. 8. Kekerasan Kayu Pada umumnya sifat fisik kayu dalam hal kekerasan kayu memiliki hubungan yang erat dengan bobot kayu. Kayu-kayu yang kerasnya juga termasuk kayu-kayu yang berat. Sebalikya kayu ringan adalah juga kayu yang lunak. Berdasarkan kekerasan-nya, jenis-jenis kayu dapat digolongkan menjadi kayu sangat keras, kayu keras, kayu sedang kekerasan-nya, dan kayu lunak Dumanauw, 1990. Cara menetapkan kekerasan kayu ialah dengan memotong kayu tersebut dengan cara melintang dan mencatat atau menilai kesan perlawanan oleh kayu itu pada saat pemotongan, serta kilapnya bidang potongan yang dihasilkan. Kayu dengan sifat fisik yang lebih keras akan lebih sulit dipotong secara melintang. Kayu yang lunak akan mudah rusak, dan hasil potongan melintangnya akan memberikan hasil yang kasar dan suram Dumanauw, 1990. 9. Kesan Raba dan Kilap Kayu Kesan raba sebagai sifat fisik suatu jenis kayu merupakan kesan yang didapatkan saat meraba atau menyentuh permukaan kayu. Apabila suatu jenis kayu diraba/disentuh, biasanya akan memberi kesan yakni kasar, halus, licin, dingin, dan lain perbedaan kesan raba untuk setiap jenis kayu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis tekstur kayu, besar kecilnya air yang terdapat di dalam kayu, serta kadar zat ekstraktif di dalam kayu. Apabila tekstur kayunya halus dan permukaannya mengandung lilin, maka akan diperoleh kesan raba yang kesan raba kasar juga diperoleh apabila keadaan tekstur kayunya kasar. Biasanya, kayu yang memiliki tekstur yang halus serta berat jenis yang tinggi akan menghasilkan kesan raba yang dingin jika diraba. Sebaliknya jika kayu memiliki tekstur yang kasar serta berat jenis yang rendah akan menimbulkan kesan raba yang panas Dumanauw, 1990. Kunjungi juga Cara Menghitung Kadar Air Kayu Kilap kayu merupakan sifat fisik dari kayu yang memungkinkan sebatang kayu dapat memantulkan cahaya. Sifat fisik mengkilap pada suatu jenis kayu biasanya tergantung pada karakteristik yang dimiliki oleh kayu tersebut. Kilap kayu tidak dapat disamakan dengan kegiatan yang membuat kayu menjadi mengkilap seperti melakukan pengolesan vernis atau pelitur pada kilap kayu dalam hal ini adalah berdasarkan karakteristik kayu tersebut yang dipengaruhi oleh sudut penyinaran matahari pada permukaan kayu serta jenis sel di permukaan kayu. Minyak atau wax berlilin yang terkandung di dalam kayu akan mengakibatkan kilap suatu kayu berkurang. Biasanya kilap kayu digunakan untuk mengidentifikasi kayu dalam sifat sekunder Pandit & Ramdan, 2002. 10. Bau dan Rasa pada Kayu Bau dan rasa kayu merupakan sifat fisik kayu yang akan mudah hilang jika kayu itu lama tersimpan di luar ruangan. Beberapa jenis kayu dengan bau tersendiri sangat mudah kehilangan baunya sehingga sulit diketahui. Untuk itu, perlu dilakukan pemotongan pada kayu serta dibasahi dengan air untuk memunculkan bau sebagai sifat fisik kayu dapat disesuaikan dengan bau yang umumnya telah dikenal. Untuk menyatakan bau suatu jenis kayu, maka perlu menggunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal, seperti bau bawang putih, bau keasaman, bau zat penyamak, bau kamper, dan lain sebagainya. Kesan raba dan bau tidak jauh berbeda. Selanjutnya, hubungan yang erat antara indra pembau dan perasa membuat adanya persamaan diantar keduanya Dumanauw, 1990. Sifat fisik bau dan rasa pada kayu merupakan salah satu sifat fisik yang disebabkan oleh adanya zat-zat infiltrasi yang dimampatkan pada saat terbentuknya kayu teras. Selain itu, sifat fisik bau dan rasa pada kayu juga diakibatkan oleh adanya serangan jamur atau bakteri terhadap sifat bau dari kayu gubal yang disebabkan oleh serangan jamur atau bakteri menimbulkan bau yang lebih tajam dari pada kayu teras. Hal ini dipengaruhi oleh tepung deposit starch yang lebih banyak di dalam kayu gubal Pandit & Ramdan, 2002. 11. Nilai Dekoratif Kayu Nilai dekoratif sebagai sifat fisik pada kayu umumnya menyangkut jenis-jenis kayu yang akan dibuat untuk tujuan tertentu yang hanya mementingkan keindahan pada kayu. Nilai dekoratif suatu jenis kayu dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni penyebaran warna, arah serat kayu, tekstur dan pemunculan riap-riap tumbuh yang muncul secara bersamaan dalam pola maupun bentuk tertentu sehingga suatu kayu memiliki nilai dekoratif. Kayu-kayu yang memiliki nilai dekoratif antara lain kayu senokeling, sonokembang, renhas, dan eboni Dumanauw, 1990. 12. Sifat-Sifat Fisik Lain pada Kayu Sifat-sifat fisik yang lain pada kayu adalah sifat fisik di luar dari pada kayu tersebut. Sifat-sifat yang dimaksud adalah sifat pembakaran kayu dan sifat kayu terhadap suara Dumanauw, 1990. Pustaka Pandit, I. K. N. & Ramdan, H. 2002. Anatomi Kayu Pengantar Sifat Kayu Sebagai Bahan Baku. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor Sunardi. 1977. Ilmu Kayu. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Dumanauw, J. F. 1990. Mengenal Kayu. Kanisius. Yogyakarta
Sifat-sifat kayu adalah sifat-sifat spesifik kayu yang dihasilkan dari proses pertumbuhan. Dengan demikian maka sifat-sifat kayu sangat beraneka ragam karena selama proses pertumbuhannya dipengaruhi oleh banyak faktor Faktor-faktor tersebut adalah a. Asal atau lokasi tempat tumbuh alam, tanaman, letak geografi, jenis baru b. Letak kayu di dalam satu batang arah radial dan aksial, gubal dan teras, kayu awal dan akhir, batang dan cabang c. Asalnya dari beberapa batang umur, diameter d. Bentuk dan kondisi batang pohon normal dan abnormal, kayu reaksi, adanya mata kayu e. Kecepatan tumbuh pohon riap, zat dalam kayu f. Pengaruh lingkungan bonita, jenis tanah, iklim, hama dan penyakit, intensitas matahari, lebar tajuk, pengaruh angin, letak dalam hutan g. Adanya perlakuan silvikultur pemupukan, jarak tanam, perlakuan pemeliharaan dan penjarangan, teknik penanaman, adanya sadapan h. Tindakan pemuliaan pohon genetik dan macam-macam perlakuan pemuliaan Tanaman pohon yang tumbuh dari bibi yang unggul, ditanam dan dipelihara dengan baik diharapkan dapat menghasilkan kayu dengan sifat-sifat yang memadai. Sifat-sifat kayu ada 3 macam yaitu sifat fisika, sifat mekanika dan kimia kayu Berikut ini diberikan informasi singkat satu persatu 1. Sifat Fisik Kayu Sifat fisika kayu merupakan satu bagian daripada sfiat-sifat kayu, yaitu sifat-sifat fisika, sifat mekanika dan sifat kimia kayu. Sifat fisika kayu adalah spesifik karena peranan faktor dalam dari pada struktur kayu sangat menentukan, di samping peran lingkunan dimana kayu tersebut berada. Yang termasuk siat fisika kayu ini antara lain adalah kadar air kayu, penyusutan atau perubahan dimensi kayu, berat jenis kayu, sifat elektrisnya, sifat-sifat resonasi dan akustiknya, daya apung dan layang, sifat energi dan sebagainya. Tiga sifat kayu yang dianggap mendasar yaitu 1. Kadar Air Kayu yaitu banyaknya air dalam sepotong kayu yang dinyatakan secara kuantitatif dalam persen terhadap berat kering tanurnya. 2. Perubahan dimensi kayu, kondisi kayu sangat ditentukan oleh kandungan air didalam kayu tersebut. Kandungan air kayu dapat berkurang dapat pula bertambah. 3. Berat jenis kayu, adalah nilai perbandingan berat suatu kayu terhadap volume air/akuades yang sama dengan kayu tersebut. 4. Sifat fisik kayu lainnya 2. Sifat Mekanika Kayu Sifat mekanika kayu atau mekanika kayu, sering disebut uga dengan kekuatan kayu yaitu sifat-sifat kayu yang dihubungkan dengan kemampuan kayu dalam menahan suatu beban atau muatan yang diberikan kepada kayu tersebut. Dalam berbagai penggunaan kayu, kekuatan kayu sangat penting untuk diketahui, terutama jenis-jenis kayu yang diperdagangkan dan kegunaannya untuk konstruksi/bangunan. a. Penetapan Sifat Mekanika Kayu Gaya-gaya yang mengenai diberikan pada kayu dapat berupa 1. Gaya-gaya yang dapat memperbesar dimensi kayu 2. Gaya-gaya yang dapat memperkecil dimensi kayu 3. Gaya-gaya yang dapat menggeser dimensi kayu. Penetapan mekanika kayu biasanya setelah melalui pengujian test standar Adapun macam-macam tes/pengujian 1. Keteguhan lengkung statik 2. Keteguhan tekan 3. Keteguhan pukul 4. Keteguhan sorong/geser 5. Keteguhan tarik 6. Keuletan kayu 7. Kekerasan kayu 8. Keteguhan belah b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Kayu Kekuatan kayu tergantung pada faktor-faktor 1. Suhu lingkungan 2. Sifat struktur anatomi kayu 3. Berat jenis 4. Kadar air 5. Lamanya pemberian gaya/muatan 6. Umur pohon dan kecepatan tumbuhnya c. Hubungan Kelas Kuat dan Penggunaan Kayu Sesuai dengan pengertian kekuatan kayu, maka kelas kuat kayu adalah kelas penggolongan kekuatan kayu. Dasar penggolongannya adalah hasil pemberian beban/muatan yang diwujudkan dalam lengkung mutlak dan tekanan mutlak pada berat jenis yang sesuai. Untuk keperluan praktek, beberapa kegunaan kayu tertentu harus mendapat dukungan kekuatan kayu misalnya 1. Kegunaan kayu untuk bahan bangunan adalah Keteguhan lengkung statik Keteguhan tekan sejajar dan tegak lurus serat Kekerasan rata-rata Keuletan Keteguhan tariknya terutama sejajar serat 2. Kegunaan kayu untuk plywood adalah Keteguhan sorong/geser sejajar serat 3. Kegunaan kayu untuk bahan mebel kerajinan, adalah Keuletan dan kekerasannya rata-rata Keteguhan sorongya apabila direkat Keteguhan belah Keteguhan tekan bila perlu 3. Sifat Kimia Kayu Sifat kimia kayu adalah sifat-sifat kayu yang berkaitan dengan kandungan zat kimia dalam kayu. Kimia kayu atau komponen kimia penyusun kayu, dibutuhkan keberadaannya dalam industri kimia yang mengolah kayu. Sebagai contoh yang nyata adalah industri rayon, seluloid, pulp & kertas dan sebagainya. Industri-industri ini memanfaatkan komponen kimia yang ada untuk menghasilkan suatu produk tertentu. Komponen kimia kayu dapat dibedakan atas dua kelompok yaitu a. Komponen penyusun dinding sel, seperti karbohidrat dan lignin b. Komponen pengisi rongga sel zat ekstraktif. a. Komponen Penyusun Dinding Sel Adalah komponen kimia yang menyatu di dalam dinding sel. Tersusun atas banyak komponen yang tergabung dalam karbohidrat dan lignin. Karbohidrat yang telah bebas dari lignin dan ekstraktif disebut juga dengan holoselulosa. Holoselulosa sebagian besar tersusun atas selulosa dan hemiselulosa. Selulosa merupakan komponen terbanyak dalam menyusun kimia kayu, dan secara umum merupakan komponen yang bermanfaat. Selulosa merupakan zat penyusun serat yang dibutuhkan didalam pembuatan pulp dan kertas, menentukan ikatan kekuatan kertas Hemiselulosa merupakan zat yang mendukung kekuatan kayu, sehingga keberadaannya sangat menentukan manfaat kayu selain untuk pulp dan kertas misalnya untuk konstruksi. b. Komponen Pengisi Rongga Sel Zat pengisi rongga sel sering disebut dengan komponen ekstraneus, yang dominan diisi oleh zat ekstraktif. Zat ekstraktif merupakan kumpulan banyak zat seperti gula, tepung/pati, tanin, resin, pektin, zat warna kayu, asam-asam, minyak-minyak, lemak dalam kayu dan sebagainya. Ada dua keungkinan kondisi ekstraktif ini yaitu a. apabila tersusun lebih banyak jenis karbohidratnya maka suatu jenis kayu mudah diserang cendawan dan serangga lain perusak kayu, dan perlu diawetkan secara tradisional atau buatan apabila dikehendaki masa pakai yang lebih lama. b. Apabila tersusun lebih banyak jenis minyal-minyak, asam-asam dan garam-garam yang bersifat racun, maka kayu mempunyai sifat keaweten dan belum/tidak perlu diawetkan lagi, tetapi kalau masih ingin diawetkan dapat dilakukan dengan pengawetan buatan kimawi. Daftar Pustaka Anonim, 198c. Wood Handbook-Wood As an Engineering Material. United States Dept. of. Agriculture. Frest Service. Agric. Handbook 72. Washington Haygreen dan Bowyer. 1989. Forest Product and Wood Science. Penerbit Gadjah Mada Univ. Press. Yogyakarta Pengantar Teknologi Hasil Hutan Bag I. Identifikasi Kayu dan Sifat-sifat Kayu. Bag. Penerbian Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta. —-, 2010. Teknik Jitu Memilih Kayu untuk Aneka Penggunaan. Penerbit Cakrawala Media. Yogyakarta Martawijaya Kartasujana, K. Kadir dan Prawiro. 1981. AtlasKayu Indonesia. Jilid I. Balai Penelitian Hasil Hutan. BP2P. Bogor. Martawijaya Kartasujana, Mandang, Prawiro, K. Kadar 1989. Atlas Kayu Indonesia Jilid II. BP2H. Bogor. Panshin, dan Carl de Zeeuw. 1974, Text Book of Wood Technology. Mc. Graw-Hill Book Co. New York. Soenardi, 1976, Diktat Ilmu Kayu. Bagian Penerbitan Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta Zobel. and Buijtenen. 1989. Wood Variation, Its Causes and Control. Springer-Verlag-Berlin Heildeberg-New York-Londong-Paris-Tokyo. Sumber Judul Teknologi Hasil Hutan Suatu Pengantar Identifikasi Kayu, Sifat-Sifat Kayu, Teknologi Pengolahan Hasil Hutan, Potensi dan Prospek Penulis Kasmudjo Penerbit Cakrawala MediaSDBab 5 Sifat Benda Padat Cair Dan Gas. My Blog SIFAT Berdasarkan Sifat. Jenis Jenis Tanah Ilmu Umum Ilmumum Blogspot Com. Tanah Liat Pengertian Proses Ciri Ciri Dan Jenisnya. Manfaat Kegunaan Tanah Liat REAL DAMSON. April 25th, 2018 - Tanah liat c Kayu d Karet 2 Keramik dan kaca adalah benda yang permukaannya
Tiapjenis benda memiliki sifat dan ciri-ciri yang unik yang membedakan satu sama lain. Kali ini akan dibagikan sifat dan ciri-ciri benda padat, benda cair dan benda gas selengkapnya. Jika kita lihat sekeliling kita tentu kita melihat ada banyak benda. Secara umum benda-benda yang ada di dunia dibagi menjadi tiga kelompok, yakni benda padatSifatsifat mekanik kayu merupakan kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya di luar benda yang mempunyai kecenderungan untuk mengubah bentuk dan besar benda. Searah dengan pengertian tersebut Panshin de Zeeuw (1980) juga mengartikan sifat mekanik kayu sebagai kekuatan atau kemampuan kayu guna menahan gaya-gaya yang berasal dari luar. Dumanauw (1990) menjelaskan bahwa sifat-sifat mekanik kayu