🏉 Apa Yang Anda Ketahui Mengenai Email Banking Dalam E Commerce
Sepertiyang Anda ketahui, saat ini belanja. Langsung ke isi. SEON One Stop Solution One Stop Solution Kebutuhan Bisnis Online, Jasa Desain dan SEO website Apa itu E-Commerce dan Marketplace. E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan diPernahkan anda berbelanja online ? berbelanja melalui internet merupakan dampak yang positif di Era digital, dan Era Digital ini telah mengubah banyak hal, mulai dari aspek komunikasi, ekonomi sampai aktivitas jual beli. Perdagangan di zaman sekarang tidak berpusat pada pasar, swalayan, plaza, mall ataupun tempat-tempat perbelanjaan lainnya. Orang mulai nyaman menggunakan e-commerce karena dengan berbelanja online, manusia tidak lagi harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sekarang tinggal mengunjungi situs e-commerce, dan berbelanja segala transaksi selesai dan barang sampai di depan pintu rumah. Di Indonesia, perdagangan elektronik meningkat beberapa tahun belakangan. Terlebih setelah munculnya berbagai macam situs marketplace, untuk lebih mengetahui lebih lanjut, kami akan membahas pengertian dan penjelasan lengkap tentang e-commerce berikut. Baca Juga Mengenal Apa itu Perbedaan Marketplace dan E-Commerce? Daftar Isi1 Apa Itu E-Commerce ?2 Pengertian E-commerce menurut para Kalakota dan Whinston Loudon Shely Jony McLeod Pearson3 Jenis – jenis E-commerce consumer to consumer C2C E-commerce business to business B2B E-commerce consumer to business C2B E-commerce business to consumer B2C4 Metode Pembayaran Pembayaran Pembayaran Cash On Delivery Cash On Delivery Pembayaran lewat Transfer5 Manfaat E-Commerce6 Kesimpulan dan penutup Apa Itu E-Commerce ? E-commerce Elektronik Commerce atau dalam bahasa indonesia Perdagangan Secara Elektronik adalah aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk barang dan jasa, dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya. Secara sederhana e-commerce adalah proses pembelian maupun penjualan produk secara elektronik. e-commerce sendiri makian kian berkembang beberapa tahun belakangan ini dan secara perlahap menggantikan toko tradisional Offline . Dengan berbagai definisi tentang E-commerce. Maka, beberapa ahli yang menjelaskan tentang apa itu E-commerce adalah sebagai berikut Kalakota dan Whinston Menurut mereka Pengertian E-commerce adalah aktivitas beIanja online dengan menggunakan jaringan internet dan cara transaksinya melaIui transfer uang secara digital. meninjau pengertian E-Commerce dari empat perspektif, yaitu Perspektif komunikasi, E-Commerce ialah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui komputer ataupun peralatan elektronik lainnya. Perspektif proses bisnis, E-Commerce merupakan sebuah aplikasi dari suatu teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja. Perspektif layanan, E-Commerce ialah suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen untuk mengurangi biaya layanan service cost ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman Perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual produk atau barang serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online yang lainnya Loudon Menurut Loudon pengertian E-Commerce adalah suatu proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh pembeli dan penjual secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain. Dalam transaksi tersebut menggunakan komputer sebagai perantaranya. Shely Cashman Menurut Shely Cashman E-commerce merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik, seperti internet. Jony Wong Menurut Jony Wong pengertian dari electronic commerce adalah pembelian, penjualan dan pemasaran barang / jasa melaIui sistem elektronik. McLeod Pearson Menurut McLeod Pearson Perdagangan elektronik atau yang disebut juga e-commerce, adalah pelaksanakan proses bisnis dengan memanfaatkan jaringan komunikasi dan komputer. Baca Juga Bagaimana Memilih Software E-Commerce yang Sesuai Bagi Toko Online untuk Bisnis UKM Jenis – jenis E-Commerce Berikut beberapa jenis E-Commerce yang paling sering lakukan, antara lain E-commerce consumer to consumer C2C Jenis e-commerce c2c ini dilakukan antara konsumen dengan konsumen. Misalnya, konsumen dari suatu produsen akan menjual kembali produk ke konsumen lainnya. Kalau Anda sering menggunakan Tokopedia, Bukalapak, OLXdan sejenisnya, maka inilah yang dinamakan B2C e-commerce. E-commerce business to business B2B Jenis bisnis B2B ini dilakukan oleh orang atau pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis, di mana keduanya saling mengenal dan mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan. Biasanya, jenis B2B dilakukan secara berkelanjutan karena kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan dan adanya kepercayaan satu sama lain. Contoh dari bisnis B2B adalah ketika dua perusahaan mengadakan transaksi jual beli secara onine, begitu juga dengan pembayaran yang tersedia menggunakan kartu kredit. E-commerce consumer to business C2B Jenis C2B adalah bisnis antara konsumen dan produsen. Bisnis tersebut dilakukan oleh konsumen kepada para produsen yang menjual produk atau jasa. Sebagai contoh, konsmen akan memberitahukan detail produk atau jasa yang diinginkan secara online kepada para produsen. Nantinya, produsen yang mengetahui permintaan tersebut akan menawarkan produk atau jasa yang diinginkan konsumen. E-commerce business to consumer B2C Jenis e-commerce B2C adalah dilakukan oleh pelaku bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini terjadi layaknya jual-beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online. Sebagai contoh, produsen menjual produk ke konsumen secara online. Di sini, pihak produsen akan menjalankan bisnis dengan memasarkan produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Artinya, produsen hanya memasarkan produk atau jasa, sementara pihak konsumen hanya sebagai pembeli atau pemakai. Baca Juga Cara Instal Odoo One Click Deploy di Cloud VPS IDCloudHost Metode Pembayaran E-Commerce Untuk masalah pembayaran, ada beberapa metode yang sering digunakan dalam E-Commerce, yaitu Pembayaran Elektronik Pembayaran dengan metode ini menggunakan internet banking, kartu kredit/debit, atau dengan uang digital yang sudah beredar seperti Go-Pay, Ovo, Link aja, Dana, Dan lainnya. Pembayaran Cash On Delivery Cash On Delivery Transaksi pembayaran dengan metode ini dilakukan secara langsung. Jadi Penjual dan Pembeli akan bertemu sesuai dengan kesepakatan bisa juga dengan bantuan perantara kurir , setelah menerima barang, pembeli membayarkan uang secara tunai kepada pihak Penjual. Pembayaran menggunakan metode ini juga dapat meminimalisir terhadap penipuan secara online. Pembayaran lewat Transfer Pihak pembeli akan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening penjual. setelah membayar, barang baru akan dikirim oleh penjual melalui jasa pengiriman. Manfaat E-Commerce Berikut beberapa mamfaat alasan mengapa e-commerce merupakan pilihan yang menarik bagi para pengusaha Menghemat Waktu Pembeli lintas Wilayah Mampu meningkatkan market exposure Mampu meningkatkan customer loyality Mampu meningkatkan supplier management Mampu mengurangi biaya operasionaloperating cost Dapat mempersingkat waktu produksi Selalu Buka Manajemen Persediaan Otomatis Mempermudah pembayaran karena dapat dilakukan secara online Kesimpulan dan penutup E-commerce karena dengan berbelanja online, manusia tidak lagi harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sekarang tinggal mengunjungi situs e-commerce, dan berbelanja segala transaksi selesai dan barang sampai di depan pintu rumah. Dengan kemudahan yang beragam di E-Commerce ini, anda bisa memulai Bisnis e-commerce karena ini adalah salah satu bisnis yang menjanjikan sehingga Anda tidak perlu ragu untuk mencobanya. Setelah membaca artikel ini kita sudah mengetahui Pengertian E-Commerce dan Contohnya, Komponen, Jenis, dan Manfaat E-Commerce, semoga anda sudah mengerti dari artikel ini, apabila ada pertanyaan maupun saran anda bisa berkomentar dibawah.
Apayang perlu Anda ketahui untuk membuat situs e-niaga? - E-commerce adalah aktivitas yang menghilangkan batasan fisik antara pelanggan dan penjual. Dengan mendirikan situs penjualan online, ke seluruh pelosok tanah air, bahkan ke luar negeri
Apakah anda telah mengenal dengan e-commerce? apabila belum, kami akan memberikan beberapa informasi mengenai e-commerce. Sehingga, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai dunia e-commerce. Khususnya saat melakukan sebuah bisnis E-CommercePenggunaan teknologi di era digitalisasi ini kian meningkat, terutama bagi pelaku industri di Indonesia telah menerapkan sistem digitalisasi di berbagai aspek dan bidang. Selain industri, dan perusahaan besar yang menggunakan layanan berbasis digital, perusahaan rintisan atau startup juga tidak kalah bersaing untuk membuat jasa layanan berbasis digital. Saat ini, di berbagai penjuru dunia khususnya di Indonesia telah menggunakan sistem e-commerce. E-commerce sendiri sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Dari segi bahasa, e-commerce berarti perdagangan elektronik. Dari segi istilahnya, e-commerce adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan transaksi antara penjual dan pembeli yang dilakukan melalui media elektronik. Media elektronik disini dapat berupa internet, televisi, smartphone, dll. Sebagian besar startup di Indonesia telah banyak membuka jasa layanan pembuatan website e-commerce. Kemudian, masyarakat di Indonesia banyak yang terlibat dari segala sisi seperti menjadi produsen, konsumen, administrator, serta pembuat aplikasi e-commerce sendiri atau biasa disebut dengan E-CommerceDi dalam e-commerce sendiri terdapat berbagai jenis dan bentuk transaksi yang tidak hanya dilakukan oleh produsen ke konsumen saja. Terdapat setidaknya 6 jenis e-commerce yang dibagi sesuai dengan objek dalam transaksinya, antara lain1. Business to Business B2BDalam hal ini, perusahaan menjual jasa kepada perusahaan yang lain. Hal tersebut sangat akan sangat mudah dilakukan apabila menggunakan sistem e-commerce. Contohnya adalah sebuah perusahaan menawarkan jasa pembuatan perlengkapan komputer bagi perusahaan Business to Consumer B2CKemudian, yang sering dijumpai di website atau aplikasi e-commerce adalah perusahaan yang menjual barang dan jasa kepada konsumen atau pembeli. Pada umumnya, proses tersebut selalu dijumpai saat anda melakukan proses transaksi pada toko online. 3. Consumer to Consumer C2CTidak hanya dari segi business saja yang menjadi produsen. Konsumen juga dapat melakukan aktivitas transaksi dengan konsumen yang lain. Dalam pengertian ini, biasanya konsumen akan menjual barangnya yang telah dibeli dari business untuk dijual kembali kepada konsumen. 4. Consumer to Business C2BKemudian, konsumen juga dapat menawarkan barang dan jasa kepada seorang business. Misalnya seperti seorang desain grafis, akan menawarkan jasanya untuk membuat sebuah desain untuk pembuatan sebuah website yang menawarkan makanan olahan. 5. Business to public Administration B2AJenis e-commerce ini hampir mirip dengan B2B, akan tetapi business akan menawarkan sebuah barang ataupun jasa kepada lembaga pemerintahan. Contoh dalam hal ini adalah, startup yang menawarkan jasa untuk pembuatan website yang mencakup sistem informasi pemerintahan governance. 6. Consumer to public Administration C2ASelain dari segi business, seorang konsumen juga dapat menawarkan jasa nya kepada lembaga pemerintahan. Contohnya adalah seorang konsumen menawarkan jasa cybersecurity untuk melindungi sistem keamanan pada sistem informasi dari Juga Software Development dan Metode Pengembangan Perangkat LunakMetode Pembayaran dalam E-CommerceMetode pembayaran yang dapat dilakukan melalui website e-commerce cukup beragam. Selain ditinjau dari segi kecepatan, metode pembayaran yang dilakukan juga efisien serta tidak hanya menggunakan metode konvensional seperti dulu. Terdapat setidaknya 3 metode pembayaran yang dapat dilakukan, diantaranya1. Pembayaran dengan sistem COD Cash On DeliveryPembayaran tersebut selalu dijumpai pada setiap website e-commerce terutama di Indonesia sendiri. COD juga dapat disebut dengan istilah bayar ditempat. Hal tersebut terbilang cukup mudah dilakukan, karena pembeli akan membayarkan uang kepada produsen melalui pihak ketiga atau disebut dengan distributor. Distributor disini contohnya adalah JNE, Express, dll. Selain mudah dalam hal proses pembayaran, pembeli juga mendapatkan rasa aman karena barang telah diantar sampai ke rumah dan dapat dibuktikan sehingga pembeli dapat mengecek terlebih dahulu barang yang dikirim sebelum melakukan transaksi Pembayaran melalui media elektronikSaat ini pembayaran melalui media elektronik sangat sering digunakan terutama saat sebagian orang merasa malas atau terlalu sibuk dengan kegiatan di rumah ataupun di kantor. Oleh karena itu, banyak yang memanfaatkan website e-commerce sebagai sarana untuk melakukan transaksi yang saat ini telah dilengkapi dengan fitur dompet digital. Dompet digital saat ini sangat populer di masyarakat Indonesia dan di berbagai penjuru dunia. Contohnya yang sedang populer saat ini adalah GoPay, OVO, Dana, dan lain Pembayaran melalui rekening Selain menggunakan fitur dompet digital ataupun melalui COD, pembayaran juga dapat dilakukan dengan via rekening. Pembayaran dengan metode ini sangat sering dijumpai dan dilakukan oleh sebagian orang yang memiliki ATM di sebuah bank konvensional maupun non konvensional. Aktivitas ini sangat mudah untuk dilakukan karena, pembeli atau user hanya akan mengintegrasikan nomor rekening dari bank untuk dapat diakses oleh website Baca Juga Apa itu Wix? Kelebihan, Kekurangan, Tutorial Daftar, dan FiturnyaPerkembangan E-Commerce di IndonesiaPerkembangan e-commerce di Indonesia terbilang cukup meningkat. Pada tahun 2018, e-commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 78%. Dengan persentase 17,7% merupakan transaksi pemesanan tiket pesawat dan pemesanan hotel. Kemudian 11,9% merupakan transaksi pakaian dan alas kaki. Dan 10% merupakan produk kosmetik dan kesehatan. Di Indonesia sendiri, telah memiliki startup Unicorn dan beberapa diantaranya bergerak dalam bidang e-commerce. Hal tersebut membuat banyak yang berminat dalam menggunakan jasa layanan pembuatan website e-commerce. Beberapa e-commerce di Indonesia yang menjadi startup Unicorn diantaranya adalah Tokopedia, Traveloka, dan startup tersebut telah menjadi unicorn karena telah memiliki valuasi nilai sebesar 1 milliar dollar atau sekitar 14 trilliun rupiah. Hal tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa karena di Indonesia sendiri, masih kurang dari 10 startup yang berhasil menyentuh tingkat unicorn dan yang selanjutnya akan masuk pada tingkat decacorn. Startup tersebut berfokus pada kegiatan e-commerce dengan mempertimbangkan berbagai aspek sehingga menjadi perusahaan yang besar karena memiliki manajemen yang baik dalam hal intern maupun ekstern. Dimulai dari melakukan riset terlebih dahulu, kemudian pembuatan ide dan masuk pada tahap pengembangan website dan aplikasi e-commerce sendiri membutuhkan banyak strategi yang tepat dan contoh, Tokopedia memiliki berbagai fitur di dalamnya seperti penjualan aksesoris, komputer, peralatan elektronik, peralatan kantor, fashion, dan masih banyak lagi. Selain itu, juga menghadirkan fitur untuk pembeli menemukan barang bekas yang telah dijual dengan harga yang itu, Traveloka bergerak di bidang kuliner dan pariwisata. Hal tersebut berdampak dari jumlah pemesanan tiket pesawat, ataupun pemesanan tiket hotel yang dilakukan secara online. Oleh karena itu, kami disini memberikan jasa layanan untuk pembuatan website e-commerce baik untuk kepentingan personal maupun non – personal. Layanan pembuatan yang kami tawarkan dapat ditentukan oleh klien dan dapat menyesuaikan sesuai permintaan. Dengan tujuan, agar terciptanya produk yang baik dan dapat memenuhi permintaan klien dengan mengikuti aturan dan kaidah web development saat Juga Langkah Mudah Membuat Website Company ProfileManfaat Pembuatan Website E-CommerceJasa yang kami tawarkan disini memiliki prospek kerja yang bagus untuk kedepannya. Salah satu aspek penting mengapa kami katakan memiliki prospek kerja yang bagus adalah karena sistem e-commerce sendiri dapat dilakukan dimana saja dan kapan Dapat Diakses Kapan dan Dimana SajaE-commerce sendiri dapat diakses dimana saja dan hanya perlu dukungan koneksi internet yang baik. Website yang baik adalah website yang memberikan tampilan serta pengalaman yang baik bagi penggunanya. Dari situlah, kami akan membuat sebuah website yang mampu memenuhi permintaan anda agar dapat bersaing dengan kompetitor yang lain. 2. Proses Transaksi Cepat dan FleksibelProses transaksi dapat dilakukan selama 24 jam tanpa ada batasan, sehingga proses terjadinya interaksi dapat berlangsung secara terus – menerus. Selain itu, dengan menggunakan fitur yang disediakan dalam e-commerce sendiri memberikan keleluasaan bagi pengguna yang tidak memiliki produk untuk dapat bekerja. 3. Menggunakan Trend DropshipperIstilah saat ini yang sedang tren adalah dropshipper. Pekerjaan ini merupakan bentuk dari pemasaran yang memungkinkan anda tidak memiliki stok barang sendiri. Akan tetapi, anda hanya akan meneruskan kepada produsen barang yang Metode Pembayaran yang BervariasiManfaat dalam proses transaksi juga sangat terasa. Di era digitalisasi sekarang ini, banyak orang yang menghabiskan waktu hanya di rumah saja serta malas untuk keluar atau pergi ke supermarket membeli beberapa perlengkapan atau perabot. Transaksi yang dulunya harus dilakukan secara konvensional tatap muka, maka sekarang ini dapat dilakukan dengan online dengan menggunakan metode pembayaran yang telah kami jelaskan diatas. 5. Jangkauan Luas dan Akses Informasi yang CepatManfaat lain yang dapat dirasakan oleh setiap pengguna website e-commerce adalah memiliki jangkauan akses informasi yang luas. User atau pelanggan dari website dapat mengetahui berbagai hal untuk memilih barang yang akan dibeli. Pelanggan juga dapat memilih produk yang berasal dari luar negeri dan tidak hanya berfokus pada produk lokal e-commerce di Indonesia terus meningkat seiring dengan perkembangan permintaan pasar. Anda tidak perlu ragu untuk mencoba berbisnis di dunia e-commerce saat beberapa jenis dari e-commerce yang digolongkan sesuai dengan pelaku usaha atau bisnis yang dijalankan. E-commerce dapat menunjang karir bisnis anda serta tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Anda bebas untuk berbisnis dengan ketentuan yang berlaku. Metode pembayaran sangat beragam dan tidak hanya dilakukan secara berharap dapat memberikan layanan pembuatan website e-commerce yang baik bagi setiap klien agar memiliki pengalaman dan interaksi yang baik ketika mengakses website tersebut. Dengan bekerja secara profesional, kami akan memberikan jasa sesuai dengan permintaan klien untuk meningkatkan kualitas dari website yang akan membuka jasa pembuatan aplikasi terkait dengan pengembangan software e-commerce untuk kebutuhan personal maupun perusahaan. 15Maret 2019 Jenis-jenis E-Commerce dan Contohnya. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita ketika berbicara tentang e-commerce adalah transaksi komersial atau penjualan online yang terjadi antara penjual dan pembeli. Meskipun gagasan konsepnya benar, ada beberapa faktor spesifik yang mengategorikan e-commerce menjadi tujuh jenis utama.Ada beberapa jenis transaksi di dalam e-commerce ini, antara lain bisnis ke bisnis, bisnis ke konsumen, konsumen ke konsumen atau konsumen ke bisnis. Karena itu, istilah e-commerce dan e-business selalu of Contents Show Pengertian E-BankingContoh Layanan E-BankingManfaat E-BankingJenis-Jenis Teknologi E-BankingHambatan E-BankingPenerapan E-BankingKeamanan Dalam Menggunakan Fasilitas E-BankingVideo yang berhubunganVideo yang berhubungan 1. E-Commerce Business to Business [B2B] Transaksi e-commerce ini dilakukan oleh dua belah pihak yang sama-sama memiliki kepentingan bisnis. Dua belah pihak ini saling mengerti dan mengetahui bisnis yang dijalankan. Umumnya bisnis tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan, atau secara sederhana berlangganan. Contoh sederhana dari B2B ini yaitu produsen dan suplier yang saling bertransaksi secara online baik untuk konsultasi kebutuhan barang, hingga proses pembayarannya. 2. E-commerce Business to Consumer [B2C] Business to consumer dilakukan oleh pelaku bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini terjadi layaknya jual-beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online. 3. E-commerce C2C [Konsumen Ke Konsumen] Untuk C2C, traksaksi dilakukan oleh konsumen ke konsumen. Kalau Anda sering menggunakan Tokopedia, Bukalapak, OLXdan sejenisnya, maka inilah yang dinamakan B2C e-commerce. Transaksi jual beli di lakukan secara online melalui marketplace. Jadi C2C disini menjadi perantara antara penjual dan pembeli. 4. Consumen to Busines [C2B] C2B adalah kebalikan B2C yang mana konsumen terakhir bertindak sebagai penjual dan perusahaan bertindak sebagai pembeli. 5. Media atau Aplikasi E-commerce Seperti yang dijelaskan dalam pengertian e-commerce diatas, transaksi bisnis ini bergantung pada sejumlah aplikasi dan media online lainnya, misalnya katalog, email, shopping carts, eb service, EDI dan file transfer protocol. Hal ini tentunya melibatkan kegiatan B2B [business to business]. Contoh E-Commerce di Indonesia Sebenarnya bisnis e-commerce di Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Beberapa contoh e-commerce di Indonesia antara lain 1. Jual Beli Online di Marketplace Transaksi jual-beli online di Marketplace lokal sudah sangat marak saat ini. Beberapa marketplace terkenal di Indonesia seperti; Traveloka, dan lain sebagainya. 2. Internet Banking dan SMS Banking Transaksi pembayaran melalui internet dan jaringan telekomunikasi juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan e-commerce. 3. TV Kabel dan Internet Provider Berlangganan TV Kabel dan internet juga merupakan salah satu bentuk e-commerce yang sudah cukup lama berlangsung di Indonesia. Beberapa perusahaan yang ada di bisnis TV kabel dan internet provider diantaranya; Indovision, Big TV, Indihome, MyRepublic, dan Firstmedia. Komponen E-Commerce Pada praktiknya, di dalam e-commerce terdapat beberapa komponen standar yang mendukung proses operasionalnya, diantaranya adalah 1. Produk E-commerce mendukung penjualan berbagai jenis produk, mulai dari produk fisik hingga produk digital Produk digital ebook membership, software, musik, dan lain-lain Produk fisik buku, pakaian, gadget, makanan, dan lain-lain 2. Tempat Menjual Produk Kegiatan e-commerce dilakukan di internet, maka dibutuhkan domain dan hosting untuk membuat website sebagai media pemasaran . 3. Cara Menerima Pesanan Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meneriman pesanan. Diantaranya adalah dengan memanfaatkan email, telepon, SMS, Chatting ,dan lain-lain. 4. Metode Pembayaran Beberapa metode pembayaran e-commerce pada umumnya menggunakan transfer via ATM, kartu kredit, COD, e-payment. 5. Metode Pengiriman Cara pengiriman barang e-commerce di Indonesia biasanya menggunakan jasa pengiriman barang [JNE, TIKI, Pos Indonesia, dan lain-lain]. Namun, ada juga yang menggunakan jasa antar dari Ojek Online. 6. Customer Service Layanan pelanggan merupakan komponen yang sangat penting dalam operasional e-commerce. Aktivitas ini umumnya dilakukan melalui email, formulir online, FAQ, telepon, chatting, dan social media. Referensi E-Banking – Pengertian, Contoh, Manfaat, Jenis, Hambatan, Penerapan & Keamanan – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai E-Banking yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, contoh, manfaat, jenis, hambatan, penerapan dan keamanan, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Pengertian E-Banking E-banking adalah salah satu sektor yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ialah perbankan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sektor perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Perbankan elektronik mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan”, seperti ATM dan komputerisiasi “sistem” perbankan dan beberapa kelompok lainnya bersifat “garis belakang” yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, “merchant” atau penyedia jasa transaksi. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Kartu Kredit adalah Contoh Layanan E-Banking Adapun contoh layanan E-Banking yaitu Anjungan Tunai Mandiri “Automated Teller Machine” Sistem Aplikasi Perbankan “Banking Application System” Sistem penyelesaian Bruto waktu-nyata “Real-Time Gross Settlement System” Perbankan daring “Internet Banking” Sistem kliring Elektronik Manfaat E-Banking Fungsi penggunaannya mirip dengan mesin ATM dimana sarananya saja yang berbeda, seorang nasabah dapat melakukan aktifitas pengecekan saldo rekening, tranfer dana antar rekening atau antar bank, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan seperti listrik, telepon, kartu kredit, dll. Dengan memanfaatkan E-Banking banyak keuntungan yang akan diperoleh nasabah terutama apabila dilihat dari banyaknya waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena E-Banking jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang nasabah memiliki sarana pendukung untuk melakukan layanan E-Banking tersebut. Jenis-Jenis Teknologi E-Banking Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis teknologi e-banking, terdiri atas Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Asuransi Jiwa adalah Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale [POS] yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet [diambil] dari rekening banknya. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi [misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah] yang membayar sejumlah dana [misalnya gaji atau pensiun] melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah. Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment. Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek [nomor rekening, jumlah transaksi, dll] ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut. Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik. Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu [misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll]. Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor [misalnya PLN atau PT Telkom]. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait “Letter Of Credit” Pengertian & [ Fungsi – Jenis ] Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus [misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi]. Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka [misalnya untuk pembayaran transportasi publik] atau sistem tertutup [misalnya MasterCard atau Visa networks]. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Hambatan E-Banking Adapun hambatan E-Banking sebagai berikut Transaksi E-Banking bukan bukan hanya mempermudah tetapi dapat menimbulkan suatu resiko seperti strategi, operasional dan reputasi serta adanya berbagai ancaman terhadap aliran data realible dan ancaman kerusakan/kegagalan terhadap sistem E-Banking kemudian semakin kompleksnya teknologi yang menjadi dasar E-Banking. Kerusakan/Kerugian/kehilangan yang diderita oleh bank/nasabah diakibatkan juga oleh petugas internal atau manajemen bank. E-Banking menjadi salah satu target dari para cybercrime yang memiliki kendala dalam hal pembuktian baik secara teknis maupun non-teknis. Pemerintah bersama DPR “periode manapun” sampai saat ini masih terkesan sangat lambat dalam melakukan antisipasi terhadap maraknya kejahatan yang terjadi melalui kegiatan E-Banking. Kegiatan E-Banking masih belum memiliki payung hukum yang akurat dan tegas yang disebabkan oleh masih stagnannya RUU informasi dan transaksi elektronik. Para pelaku usaha “perbankan” dan masyarakat pada umumnya masih kurang peduli terhadap proses penanganan kasus-kasus tindak pidana E-Banking. Penerapan E-Banking Manajemen resiko dalam penyelenggaraan kegiatan E-Banking peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia terkait dengan pengelolaan atau manajemen risiko penyelenggaraan kegiatan E-Banking ialah Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia NO. 6/18/DPNP, tanggal 20 April 2004 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada aktivitas pelayanan jasa Bank melalui E-Banking. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait E-Government Adalah 1. Pengendalian Pengamanan “Security Control” Terdiri atas Bank harus melakukan langkah-langkah yang memadai untuk menguji keaslian “otentikasi” identitas dan otorisasi terhadap nasabah yang melakukan transaksi melalui E-Banking. Bank harus menggunakan metode pengujian keaslian transaksi untuk menjamin bahwa transaksi tidak dapat diingkari oleh nasabah “non repudiation” dan menetapkan tanggung jawab dalam transaksi E-Banking. Bank harus memastikan adanya pemisahan tugas dalam sistem E-Banking, data base dan aplikasi lainnya. Bank harus memastikan adanya pengendalian terhadap otorisasi dan hak akses “privileges” yang tepat terhadap sistem E-Banking, database dan aplikasi lainnya. Bank harus memastikan tersedianya prosedur yang memadai untuk melindungi integritas data, catatan/arsip dan informasi pada transaksi E-Banking. Bank harus memastikan tersedianya mekanisme penelusuran “audit trail” yang jelas untuk seluruh transaksi E-Banking. Bank harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi kerahasiaan informasi penting pada E-Banking. Langkah tersebut harus sesuai degan sensitivitas informasi yang dikeluarkan dan/atau disimpan dalam database. 2. Manajemen Resiko Hukum dan Risiko Reputasi Terdiri atas Bank harus memastikan bahwa website bank menyediakan informasi yang memungkinkan calon nasabah untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai identitas dan status hukum bank sebelum melakukan transaksi melalu E-Banking. Bank harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa ketentuan kerahasiaan nasabah diterapkan sesuai dengan yang berlaku di negara tempat kedudukan bank menyediakan produk dan jasa E-Banking. Bank harus memiliki prosedur perencanaan darurat dan berkesinambungan usaha yang efektif untuk memastikan tersedianya sistem dan jasa E-Banking. Bank harus mengembangkan rencana penanganan yang memadai untuk mengelola, mengatasi dan meminimalkan permasalahan yang timbul dari kejadian yang tidak diperkirakan “internal dan eksternal” yang dapat menghambat penyediaan sistem dan jasa E-Banking. Dalam hal sistem penyelenggaraan E-Banking dilakukan oleh pihak ketiga “outsourcing”, bank harus menetapkan dan menerapkan prosedur pengawasan dan due dilligence yang menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengelola hubungan bank dengan pihak ketiga tersebut. Keamanan Dalam Menggunakan Fasilitas E-Banking Keamanan merupakan isu utama dalam e-banking karena sebagaimana kegiatan lainnya di internet, transaksi perbankan di internet juga rawan terhadap pengintaian dan penyalahgunaan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Salah satu teknik pengamanan yang sering dugunakan dalam e-banking adalah melalui SSL [Secure Socket Layer] maupun lewat protokol HTTPS [Secure HTTP]. BCA salah satu bank pelopor e-banking di Indonesia contohnya. BCA menawarkan produk perbankan elektronik berupa KlikBCA, yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi perbankan melalui komputer dan jaringan internet. KlikBCA dilengkapi dengan security untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data dan transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Bank Sentral – Peran, Fungsi, Tujuan, Wewenang, Tugas Dan Manfaatnya Untuk menambah keamanan pihak bank melengkapi juga dengan KeyBCA, yaitu alat pengaman tambahan untuk lebih mengamankan transaksi finansial di KlikBCA. Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan password yang selalu berganti setiap kali melakukan transaksi finansial. Dengan demikian, keamanan nasabah bertransaksi akan makin terjaga. Demikianlah pembahasan mengenai E-Banking – Pengertian, Contoh, Manfaat, Jenis, Hambatan, Penerapan & Keamanan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan Video yang berhubungan
Pernahkan anda berbelanja online ? berbelanja melalui internet merupakan dampak yang positif di Era digital, dan Era Digital ini telah mengubah banyak hal, mulai dari aspek komunikasi, ekonomi sampai aktivitas jual beli. Perdagangan di zaman sekarang tidak berpusat pada pasar, swalayan, plaza, mall ataupun tempat-tempat perbelanjaan lainnya. Orang mulai nyaman menggunakan e-commerce karena dengan berbelanja online, manusia tidak lagi harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sekarang tinggal mengunjungi situs e-commerce, dan berbelanja segala transaksi selesai dan barang sampai di depan pintu rumah. Di Indonesia, perdagangan elektronik meningkat beberapa tahun belakangan. Terlebih setelah munculnya berbagai macam situs marketplace, untuk lebih mengetahui lebih lanjut, kami akan membahas pengertian dan penjelasan lengkap tentang e-commerce berikut. Baca Juga Mengenal Apa itu Perbedaan Marketplace dan E-Commerce? Apa Itu E-Commerce ? E-commerce Elektronik Commerce atau dalam bahasa indonesia Perdagangan Secara Elektronik adalah aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk barang dan jasa, dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya. Secara sederhana e-commerce adalah proses pembelian maupun penjualan produk secara elektronik. e-commerce sendiri makian kian berkembang beberapa tahun belakangan ini dan secara perlahap menggantikan toko tradisional Offline . Dengan berbagai definisi tentang E-commerce. Maka, beberapa ahli yang menjelaskan tentang apa itu E-commerce adalah sebagai berikut Menurut mereka Pengertian E-commerce adalah aktivitas beIanja online dengan menggunakan jaringan internet dan cara transaksinya melaIui transfer uang secara digital. meninjau pengertian E-Commerce dari empat perspektif, yaitu Perspektif komunikasi, E-Commerce ialah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui komputer ataupun peralatan elektronik lainnya. Perspektif proses bisnis, E-Commerce merupakan sebuah aplikasi dari suatu teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja. Perspektif layanan, E-Commerce ialah suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen untuk mengurangi biaya layanan service cost ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman Perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual produk atau barang serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online yang lainnya Menurut Loudon pengertian E-Commerce adalah suatu proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh pembeli dan penjual secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain. Dalam transaksi tersebut menggunakan komputer sebagai perantaranya. Menurut Shely Cashman E-commerce merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik, seperti internet. Menurut Jony Wong pengertian dari electronic commerce adalah pembelian, penjualan dan pemasaran barang / jasa melaIui sistem elektronik. Menurut McLeod Pearson Perdagangan elektronik atau yang disebut juga e-commerce, adalah pelaksanakan proses bisnis dengan memanfaatkan jaringan komunikasi dan komputer. Baca Juga Bagaimana Memilih Software E-Commerce yang Sesuai Bagi Toko Online untuk Bisnis UKM Jenis – jenis E-Commerce Berikut beberapa jenis E-Commerce yang paling sering lakukan, antara lain Jenis e-commerce c2c ini dilakukan antara konsumen dengan konsumen. Misalnya, konsumen dari suatu produsen akan menjual kembali produk ke konsumen lainnya. Kalau Anda sering menggunakan Tokopedia, Bukalapak, OLXdan sejenisnya, maka inilah yang dinamakan B2C e-commerce. Jenis bisnis B2B ini dilakukan oleh orang atau pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis, di mana keduanya saling mengenal dan mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan. Biasanya, jenis B2B dilakukan secara berkelanjutan karena kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan dan adanya kepercayaan satu sama lain. Contoh dari bisnis B2B adalah ketika dua perusahaan mengadakan transaksi jual beli secara onine, begitu juga dengan pembayaran yang tersedia menggunakan kartu kredit. E-commerce consumer to business C2B Jenis C2B adalah bisnis antara konsumen dan produsen. Bisnis tersebut dilakukan oleh konsumen kepada para produsen yang menjual produk atau jasa. Sebagai contoh, konsmen akan memberitahukan detail produk atau jasa yang diinginkan secara online kepada para produsen. Nantinya, produsen yang mengetahui permintaan tersebut akan menawarkan produk atau jasa yang diinginkan konsumen. E-commerce business to consumer B2C Jenis e-commerce B2C adalah dilakukan oleh pelaku bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini terjadi layaknya jual-beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online. Sebagai contoh, produsen menjual produk ke konsumen secara online. Di sini, pihak produsen akan menjalankan bisnis dengan memasarkan produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Artinya, produsen hanya memasarkan produk atau jasa, sementara pihak konsumen hanya sebagai pembeli atau pemakai. Baca Juga Cara Instal Odoo One Click Deploy di Cloud VPS IDCloudHost Metode Pembayaran E-Commerce Untuk masalah pembayaran, ada beberapa metode yang sering digunakan dalam E-Commerce, yaitu Pembayaran dengan metode ini menggunakan internet banking, kartu kredit/debit, atau dengan uang digital yang sudah beredar seperti Go-Pay, Ovo, Link aja, Dana, Dan lainnya. Transaksi pembayaran dengan metode ini dilakukan secara langsung. Jadi Penjual dan Pembeli akan bertemu sesuai dengan kesepakatan bisa juga dengan bantuan perantara kurir , setelah menerima barang, pembeli membayarkan uang secara tunai kepada pihak Penjual. Pembayaran menggunakan metode ini juga dapat meminimalisir terhadap penipuan secara online. Pihak pembeli akan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening penjual. setelah membayar, barang baru akan dikirim oleh penjual melalui jasa pengiriman. Manfaat E-Commerce Berikut beberapa mamfaat alasan mengapa e-commerce merupakan pilihan yang menarik bagi para pengusaha Menghemat Waktu Pembeli lintas Wilayah Mampu meningkatkan market exposure Mampu meningkatkan customer loyality Mampu meningkatkan supplier management Mampu mengurangi biaya operasionaloperating cost Dapat mempersingkat waktu produksi Selalu Buka Manajemen Persediaan Otomatis Mempermudah pembayaran karena dapat dilakukan secara online Kesimpulan dan penutup E-commerce karena dengan berbelanja online, manusia tidak lagi harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sekarang tinggal mengunjungi situs e-commerce, dan berbelanja segala transaksi selesai dan barang sampai di depan pintu rumah. Dengan kemudahan yang beragam di E-Commerce ini, anda bisa memulai Bisnis e-commerce karena ini adalah salah satu bisnis yang menjanjikan sehingga Anda tidak perlu ragu untuk mencobanya. Setelah membaca artikel ini kita sudah mengetahui Pengertian E-Commerce dan Contohnya, Komponen, Jenis, dan Manfaat E-Commerce, semoga anda sudah mengerti dari artikel ini, apabila ada pertanyaan maupun saran anda bisa berkomentar dibawah.
Elearning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan
e-Money Uang elekronik e-Money mulai dikenal masyarakat terutama untuk pembayaran yang berjumlah kecil, tetapi frekuensi penggunaannya tinggi. Penggunaan uang elekronik sangat efektif dan efisien untuk pembayaran transportasi kereta api, bis, parkir, tol, fast food, dll. Saat ini mulai banyak bank atau lembaga keuangan selain bank yang ikut menerbitkan uang elektronik. Diprediksi ke depan penggunaan uang elekronik semakin meningkat, sesuai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Perkembangan uang elektronik sangat pesat, pertama kali terbit April tahun 2007 hanya sebanyak tetapi dalam kurun waktu 3 tahun kemudian sudah mencapai hampir 8 juta yang beredar. Pada 2009, Bank Indonesia mencatat 77% transaksi di Indonesia merupakan transaksi retail dengan nominal kecil atau senilai Rp 113 triliun. Sebagian besar transaksi tersebut menggunakan uang tunai yang rata-rata jumlah transaksi tahunannya mencapai 6,2 juta kali transaksi dengan nilai Rp260 triliun, dengan asumsi peningkatan nilai 10% setiap sebagian transaksi retail sudah dikonversikan ke dalam bentuk elektronis, dimana informasi telah disimpan dalam chip di kartu plastik atau di server untuk kemudian ditransmisikan ke sistem informasi terbuka seperti internet. Inilah yang disebut electronic money e-money yang bisa mengurangi peredaran uang tunai di masyarakat. Berkurangnya penggunaan uang tunai dinilai baik untuk perekonomian. Executive Vice President Visa kawasan Eropa Steve Perry mengatakan biaya uang tunai itu mahal. Dalam dunia bisnis, misalnya seperti supermarket, mereka merasa harus mengeluarkan uang tunai dari sistem mereka sehingga lebih mudah untuk dikendalikan. Sebab lebih banyak uang tunai berarti lebih banyak biaya, bahkan bisa mencapai dua pertiga biaya total. Bank Sentral Belanda memperkirakan biaya tahunan mengelola uang tunai mencapai €300 per keluarga. Untuk itu Bank Indonesia berusaha mendorong perkembangan e-money ini untuk mewujudkan less cash society. Pengertian Uang Elekronik e-Money Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 11/12/PBI/2009 tentang uang elektronik, mendifinisikan Uang Elekronik adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur-unsur sebagai berikut a. diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit; b. nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip; c. digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang dan dikelola oleh penerbit uang elektronik tersebut; d. nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan. Jenis Uang Elekronik Uang elektronik ditinjau dari jenisnya ada 2, yaitu 1. Registered Registered artinya data identitas pemegang uang elektronik tercatat dan terdaftar pada penerbit. Nilai uang yang tersimpan di dalam media chip atau server penerbit paling banyak Rp. 5 juta. 2. Unregistered Unregistered artinya data identitas pemegang uang elektronik tidak tercatat dan tidak terdaftar pada penerbit. Nilai uang yang tersimpan di dalam media chip atau server penerbit paling banyak Rp. 1 juta. Ketentuan Bank Indonesia bahwa uang elektronik baik yang registered maupun yang unregistered dibatasi total transaksi paling banyak Rp. 20 juta per bulan. Uang elektronik ditinjau dari basis teknologi yang digunakan ada 2, yaitu 1. Uang elektronik berbasis chip chip based, memiliki karakteristik sebagai berikut Nilai uang disimpan di dalam media chip; Verifikasi transaksi lebih cepat, karena bersifat off-line; Sangat cocok sebagai alat pembayaran yang bersifat massal dengan nilai transaksi kecil, tetapi frekuensinya tinggi, seperti pembayaran tiket kereta api, parkir, tol. 2. Uang elektronik berbasis server server based, memiliki karakteristik sebagai berikut Nilai uang disimpan di dalam server penerbit; Verifikasi transaksi lebih lambat, karena harus on-line kepada penerbit. Kurang cocok sebagai alat pembayaan yang bersifat massal, tetapi lebih cocok untuk micro/retail payment lainnya. Penerbit Uang Elektronik Dengan berkembangnya penggunaan uang elektronik untuk berbagai keperluan seperti untuk membayar tol, berbelanja, gas, parkir, pulsa, transportasi, dan lain-lain. Diprediksi pada tahun-tahun mendatang akan semakin banyak bank dan lembaga selain bank yang akan menerbitkan uang elektronik. Berikut berbagai instrumen dan penerbit uang elektronik Berbasis Chip PenerbitBerbasis Server 1 T-Cash Telkomsel 2 dompetku Indosat 3 Fleksi Cash Telkom 4 Transjakarta Bank DKI 5 Java Jazz Bank BNI 6 Gas, Parking, Food Court, Retailer, Tol BCA 7 Tol Jakarta, Gas, Indomaret Bank Mandiri 8 Tol Surabaya Bank Mega 9 BRIZZI Retail BRI Sumber Webside penerbit dan berbagai sumber. e-Banking Pada masa sekarang ini pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Berbagai contoh jenis teknologi yang mungkin pernah kalian dengar, seperti Automated Teller Machine ATM, Banking Application System, Real Time Gross Settlement System, Sistem Kliring Elektronik, dan internet banking. Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi TSI Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan. Istilah lain yang lebih populer adalah Electronic Banking E-Banking. Apa yang dimaksud dengan e-banking? E-banking merupakan pengantar otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui media elektronik, dengan saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon. Marilah kita telaah satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut 1. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM 2. Phone Banking, ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain. 3. Internet Banking, ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA. 4. SMS/m-Banking, saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran kartu kredit, listrik, dan telepon, dan pembelian voucher. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melakukan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu – Sim Tool Kit STK pada simcardnya. Jenis-Jenis Teknologi e-Banking Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, berbagai jenis E-banking semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya semakin berkembang dan berinovasi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin memiliki “magnetic strip”- yang bisa mengkaitkan dengan rekening bank, dan juga memiliki nilai yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor. Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini. 1 Automated Teller Machine ATM. Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana. 2 Computer Banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain. 3 Debit or check Card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale POS yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet diambil dari rekening Direct Deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah yang membayar sejumlah dana misalnya gaji atau pensiun melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah. 5 Direct Payment also electronic bill payment. Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment. 6 Electronic Bill Presentment and Payment EBPP. Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut. 7 Electronic Check Conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek nomor rekening, jumlah transaksi, dll ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut. 8 Electronic Fund Transfer EFT. Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik. 9 Payroll Card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik. 10 Preauthorized Debit or automatic bill payment. Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll. Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor misalnya PLN atau PT Telkom. 11 Prepaid Card. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu. 12 Smart Card. Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi. Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka misalnya untuk pembayaran transportasi publik atau sistem tertutup misalnya MasterCard atau Visa networks. 13 Stored-Value Card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit issuer dan penerima acceptor kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu misalnya kartu telpon. Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu misalnya vending machines di sekolah-sekolah. Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank. MANFAAT e-BANKING Fungsi penggunaannya mirip dengan mesin ATM dimana sarananya saja yang berbeda, seorang nasabah dapat melakukan aktifitas pengecekan saldo rekening, transfer dana antar rekening atau antar bank, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan seperti listrik, telepon, kartu kredit, dll. Dengan memanfaatkan e-banking banyak keuntungan yang akan diperoleh nasabah terutama apabila dilihat dari banyaknya waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena e-banking jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang nasabah memiliki sarana pendukung untuk melakukan layanan e-banking tersebut. e-Commerce Electronic Commerce Perniagaan Elektronik, sebagai bagian dari Electronic Business bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission, oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa trade of goods and service dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, "e-commerce is a part of e-business". Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka. Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar huge/widespread network, layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses. Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital. Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik public network yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet. E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen consumers, manufaktur manufactures, service providers dan pedagang perantara intermediaries dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer komputer networks yaitu internet. Julian Ding dalam bukunya E-commerce Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda. Karakteristik E-Commerce. Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu Transaksi tanpa batas Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu 24 jam, dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line. Transaksi anonim Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit. Produk digital dan non digital Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya. Produk barang tak berwujud Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet. Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik Electronic Business Community. Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan demand dan penawaran supply. Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce. Jenis-jenis E-Commerce Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya1. Business to Business, karakteristiknya• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku Business to Consumer, karakteristiknya• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. Mekanisme E-Commerce. Transaksi elektronik antara e-merchant pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet dengan e-customer pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen elektronik digital document. Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu Kontrak melalui chatting dan video conference; Kontrak melalui e-mail; Kontrak melalui web atau situs. Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalaha. Dapat meningkatkan market exposure pangsa pasar.Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan Menurunkan biaya operasional operating cost.Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadic. Melebarkan jangkauan global reach.Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara Meningkatkan customer disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia Meningkatkan supply E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus Memperpendek waktu suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London, yaitua. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan Menggunakan E-Commerce Threats Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi• System PenetrationOrang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.• Authorization ViolationPelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.• PlantingMemasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.• Communications MonitoringSeseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.• Communications TamperingSegala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.• Denial of serviceMenghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.• RepudiationPenolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Pertumbuhanindustri e-commerce semakin pesat di tengah pandemi COVID-19 yang telah mewabah di dunia. Terlebih, kebanyakan pelaku bisnis e-commerce di tanah air yang merupakan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Seperti yang kita ketahui, bahwasanya para pelaku bisnis UKM menjadi usaha yang paling tahan banting di saat krisis ekonomi Apa Itu E commerce? Pengertian e-commerce adalah penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran barang atau jasa dengan sistem elektronik. Untuk memahami tentang apa yang dimaksud dengan e-commerce, selengkapnya baca ulasan Insight Talenta disini. Perdagangan elektronik electronic commerce, e commerce atau e-commerce adalah penyebaran, penjualan, pembelian, serta pemasaran barang dan jasa yang mengandalkan sistem elektronik, seperti internet, TV, atau jaringan komputer yang lainnya. Perdagangan elektronik ini biasanya melibatkan transfer dana dan pertukaran data secara elektronik serta sistem pengumpulan data yang otomatis. Saat ini, perdagangan elektronik memang menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan dan kerap digeluti oleh masyarakat di Indonesia. Peminatnya yang banyak membuat bisnis ini sebagai salah satu ladang untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Baik untuk UMKM atau yang sudah besar bisa menjalankan bisnis ini. Tentu saja, dalam bisnis dengan konsep perdagangan elektronik, Aplikasi HRIS seperti talenta bisa jadikan pengelolaan payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, dan siap kembangkan bisnis online lebih cepat. Anda bisa coba gratis Talenta sekarang disini. Perdagangan elektronik ini adalah bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak sekadar perniagaan saja, tapi juga kolaborasi antar mitra bisnis, employee self service, lowongan pekerjaan, pelayanan nasabah, dan lain sebagainya. Software HRIS Berbasis Cloud untuk Operasional HR yang Praktis Sebelum mempelajari apa itu e-commerce, mari kita pelajari dulu pengertian e-commerce menurut para ahli setelah ini. Karena terdapat beberapa pendapat dan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan e-commerce menurut beberapa ahli yang perlu diketahui. Ada beberapa pengertian tentang e-commerce dari ahli, yaitu Menurut Loudon 1998, pengertian E-commerce adalah suatu proses yang dilakukan konsumen dalam membeli dan menjual berbagai produk secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain dengan menggunakan komputer sebagai perantara transaksi bisnis yang dilakukan. Lalu, kalau menurut Kalakota dan Whinston meninjau pengertiannya bisa dilihat dari empat perspektif. Menurut mereka e commerce artinya yaitu Dalam perspektif komunikasi, pengertiannya ialah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui komputer ataupun peralatan elektronik lainnya. Perspektif proses bisnis, e-commerce merupakan sebuah aplikasi dari suatu teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja. Perspektif layanan, e-commerce adalah suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen untuk mengurangi biaya layanan service cost ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman Perspektif online, e-commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual produk atau barang serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online yang lainnya. Sedangkan menurut McLeod Pearson 2008 59, perdagangan elektronik atau yang disebut juga e-commerce adalah penggunaan jaringan komunikasi dan komputer untuk melaksanakan proses bisnis. Pandangan populer dari e-commerce adalah penggunaan internet dan komputer dengan browser Web untuk membeli dan menjual produk. E-commerce atau kependekan dari electronic commerce perdagangan secara electronik, merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik, seperti internet. Siapa pun orang yang dapat mengakses komputer, memiliki sambungan ke internet, dan memiliki cara untuk membayar barang-barang atau jasa yang mereka beli dapat berpartisipasi dalam e-commerce. Menurut Jonny Wong arti dan definisi E-commerce adalah pembelian, penjualan, dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik seperti radio, televisi, dan jaringan komputer atau internet. Jenis-Jenis E-commerce Yang Ada Ada beberapa jenis perdagangan online yang perlu Anda ketahui disini, antara lain Business-to-Business B2B Business-to-Business B2B e-commerce ini biasanya meliputi transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan. Karena itu namanya disebut busines to busines karena transaksi hanya terjadi diantara perusahaan. Misalnya, bisnis yang dilakukan oleh Talenta disini adalah B2B karena transaksi penjualan aplikasi HRIS Talenta terjadi antar perusahaan. Jenis B2B ini umumnya dilakukan oleh pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis, dimana keduanya kerap mengenal dan mengetahui proses bisnis yang dilakukan. Perdagangan elektronik jenis business to business ini biasanyamenggunakan email dan Electronic Data Interchange EDI. Yaitu sebuah proses transfer data yang terstruktur dalam format standar yang telah disetujui dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya dalam bentuk elektronik. Business-to-Consumer B2C Lalu jenis business-to-Consumer adalah jenis perdagangan elektronik yang melibatkan pelaku bisnis dan konsumen. Jenis bisnis ini dinilai cenderung lebih mudah dan dinamis, tapi juga lebih menyebar secara tidak merata atau bisa terhenti. B2C dianggap berkembang dengan sangat pesat karena dukungan dari website dan banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, bisnis ini memungkinkan produsen untuk memasarkan produk ke konsumen secara online. Disini, produsen akan menjalankan usaha dengan memasarkan produk ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Ini berarti bahwa produsen hanya memasarkan produk atau jasa saja, sementara konsumen hanya sebagai pihak pemakai atau pembeli. Consumer-to-Consumer C2C Sesuai dengan namanya, pada jenis e-commerce ini transaksi akan dilakukan antar konsumen dengan konsumen yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa. Umumnya, transaksi ini dilakukan oleh pihak ketiga yang menyediakan platform secara online untuk bertransaksi. Contohnya, konsumen dari suatu produsen akan memasarkan kembali produk ke konsumen lain. Misalnya beberapa marketplace yang populer di Indonesia sekarang ini bisa disebut sebagai jenis busines-to-consumer. Biasanya penjual di marketplace ini adalah reseller atau menjual suatu produk yang didapatakkan dari suplier sebagai sumber produk. Consumer-to-Business C2B Consumer-to-Business C2B adalah jenis perdagangan elektronik di mana konsumen end-use menyediakan produk atau layanan ke suatu perusahaan. Jenis bisnis ini berbeda dengan B2C, di mana bisnis menghasilkan produk serta layanan konsumsi konsumen. Business-to-Administration B2A Business-to-Administration B2A adalah jenis perdagangan elektronik yang akan mencakup transaksi yang dilakukan secara online antar perusahaan dan administrasi publik. Jenis perdagangan elektronik ini meningkat dalam beberapa kurun waktu terakhir dengan investasi yang dibuat melalui pihak pemerintah atau e-government. Online-to-Offline O2O Online-to-Offline O2O adalah jenis perdagangan elektronik yang menarik pelanggan dari online untuk toko fisik. O2O akan mengidentifikasi konsumen di online seperti iklan internet dan email. Lalu kemudian menggunakan pendekatan untuk menarik pelanggan supaya meninggalkan kebiasaan belanja secara online. Lalu metode pembayaran seperti apa saja yang biasa digunakan disini? Metode Pembayaran Yang Biasa Digunakan Di E-Commerce Sebenarnya ada banyak metode pembayaran yang biasa digunakan dalam transaksi elektronik. Namun secara umum, berikut ini adalah beberapa cara pembayaran yang sering digunakan ketika terjadi transaksi elektronik. Pembayaran Lewat Transfer. Ini adalah cara yang umum digunakan pada transaksi online. Dengan metode ini biasanya pembeli akan melakukan transfer sejumlah uang kepada nomor rekening penjual. Baru setelah pembeli transfer dan menyelesaikan pembayaran, barang akan dikirim oleh penjual. Pembayaran Secara Elektronik. Cara ini adalah salah satu metode pembayaran e-commerce yang populer karena aman dan mudah. Biasanya pembayaran dengan metode ini memerlukan kartu debit/kredit, internet banking dan bahkan dengan uang digital Go-Pay,Ovo, Dana, Link Aja dll yang sekarang ini sudah semakin banyak penggunanya. Cash On Delivery. Pembayaran dengan cara cash setelah barang diterima juga menjadi salah satu metode yang sering digunakan. Jadi pada metode ini, proses pembayaran hanya akan terjadi secara tunai setelah penjual mengirimkan barang sampai ke tangan pembeli. Atau biasanya penjual diwakili oleh kurir pengirim barang. Nah, setelah tau beberapa metode pembayaran yang digunakan, sekarang mari bahas mengenai keuntungannya ya. Keuntungan Bisnis E-commerce Berdasarkan survei Asosiasi Pengguna Jasa Internet di Indonesia APJII per Maret 2018, jumlah penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 143 juta jiwa. Tidak mengherankan jika banyak pelaku bisnis yang mulai beralih menjalankan bisnis dengan menerapkan model perdagangan elektronik. Namun, selain potensi pasar yang besar, ternyata bisnis perdagangan elektronik juga memiliki keuntungan lain, yaitu Tidak Ada Batasan Geografis Saat memiliki toko fisik berarti Anda akan akan terbatas pada wilayah tertentu. Namun, hal ini tidak berlaku saat Anda memiliki website untuk perdagangan elektronik. Karena kemudahan menjangkau siapa pun dan di mana pun tanpa batasan geografis. Selain itu, perangkat mobile yang dimiliki oleh kebanyakan orang juga membuka peluang besar bagi Anda untuk menjangkau calon konsumen lebih banyak. Biaya Lebih Terjangkau Salah satu keuntungan yang menonjol pada bisnis perdagangan elektronik adalah harga yang relatif lebih murah. Hal ini dapat terjadi karena bisnis dengan model ini tidak memerlukan toko fisik. Dengan kata lain, Anda akan menghemat biaya untuk membangun atau menyewa toko. Memudahkan Pencarian bagi Pelanggan Keberadaan perdagangan elektronik tentunya sangat memudahkan para konsumen. Jika biasanya konsumen diharuskan mengelilingi toko untuk mencari produk yang diinginkan, hal ini tidak berlaku saat berbelanja di situs e-commerce. Pelanggan hanya perlu mencari nama produk di kotak pencarian, maka laman akan memberikan referensi mengenai barang yang dicari. Menghemat Waktu Terkadang, banyak orang yang rela untuk melakukan perjalanan jauh untuk membeli suatu barang di toko. Alasannya beragam, salah satunya adalah produk tersebut tidak dapat ditemukan di tempat lain. Keberadaan e-commerce tentunya akan membantu pelanggan untuk mengunjungi toko dengan mudah, cepat, dan praktis hanya dengan beberapa klik saja. Buka 24 Jam Jika toko fisik memiliki waktu kerja yang terbatas, lain halnya dengan perdagangan elektronik melewati situs online yang bekerja sepanjang waktu, 7 hari 24 jam sepanjang tahun. Tentu saja hal ini akan memudahkan pelanggan untuk memesan barang kapan pun dan di mana pun. Karena situs jual beli online ini biasanya dilengkapi dengan sistem khusus sehingga dapat menerima pembelian dengan otomatis. Itu dia sedikit informasi mengenai informasi seputar perdagangan elektronik yang perlu Anda ketahui. Memang benar bahwa kehadiran perdagangan elektronik akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Tidak perlu repot membuang ongkos atau waktu karena Anda bisa berbelanja di situs e-commerce dengan mudah, cepat, dan praktis. Masalah Yang Bisa Terjadi Mengingat transaksi yang terjadi akan dilakukan secara online, jadi ada kemungkinan terjadi beberapa masalah yang bisa ditemui. Misalnya beberapa masalah yang sering ditemui pada transaksi e-commerce sebagai berikut dibawah ini Scam dan penipuan oleh pembeli atau penjual. Biasanya penipuan ini dibarengi dengan pencurian identitas Hukum di Indonesia yang kurang bisa mengikuti dan melindungi konsumen dan penjual terkait transaksi online. Jika terjadi penipuan, pelacakan dan penyelesaian masalah bisa rumit dan memakan waktu lama. Penyalahgunaan promo yang diberikan dari pihak marketplace. Tentu saja masalah yang ada bisa lebih banyak dari yang disebutkan diatas. Namun beberapa diatas adalah masalah yang cukup sering ditemui pada dunia e-commerce. Nah, sekarang Anda bisa menjawab pertanyaan tentang apa itu E commerce ya? Kalau diulas lagi secara singkat, pengertian e-commerce adalah penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran barang atau jasa dengan sistem elektronik. Dengan begini sekarang anda sudah bisa memahami tentang apa yang dimaksud dengan e-commerce. Adapun jika membutuhkan aplikasi absensi pegawai online, software attendance management, maupun software untuk membuat jadwal kerja shift, jangan lupa gunakan Talenta. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda yang memerlukannya.Sebelum memulai bisnis online tentunya banyak orang yang memiliki pertanyaan tentang e commerce. Masih banyak juga yang ragu untuk mencoba platform e-commerce. Namun tidak perlu khawatir, karena pada artikel ini Anda akan mengetahui pertanyaan yang biasa ditanyakan beserta dengan jawabannya. Namun sebelum mengetahui pertanyaan-pertanyaan tentang e-commerce, ada baiknya Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan e-commerce terlebih dahulu. Baca juga Kamu Harus Tahu! Jenis Website E-Commerce Dan Contohnya Apa yang Dimaksud Dengan E Commerce? E-Commerce adalah model bisnis yang memungkinkan perusahaan atau individu bisa membeli atau menjual barang melalui internet online. Sederhananya e-commerce adalah penyebaran, penjualan, pembelian, serta pemasaran barang atau jasa yang mengandalkan sistem elektronik, seperti internet, TV, atau jaringan teknologi lainnya. Umumnya orang berpikir e-commerce adalah online shopping, yaitu berbelanja melalui Web, atau platform lainnya. Namun web shopping tidak hanya sekedar itu, namun lebih ke hubungan dagang bisnis ke bisnis yang memudahkan proses pembelian antar perusahaan. Apa Saja Pertanyaan Tentang E Commerce yang Sering Ditanyakan? Berikut ini adalah pertanyaan seputar e commerce yang sering ditanyakan beserta dengan jawabannya. Seberapa Aman E-commerce? Banyak yang menanyakan pertanyaan tentang e-commerce Brainly tentang seberapa aman sebuah e-commerce. Banyak berita yang menyebutkan bahwa telah terjadi pembobolan sistem keamanan internet akan tetap vendor dan analis komputer berargumentasi bahwa transaksi di internet sebenarnya jauh lebih aman daripada transaksi secara langsung. Sebagian besar pencurian kartu kredit disebabkan oleh pegawai sales yang mengurus nomor kartu kredit tersebut. Pertanyaan tentang e commerce dalam sistem informasi manajemen pihak e-commerce sebenarnya sudah aman, karena sistem e-commerce sendiri telah memiliki fitur enkripsi nomor kartu kredit tersebut pada server perusahaan, sehingga akan sulit untuk membobol data tersebut. Berapa Besar Biaya yang Akan Dihabiskan? Biaya adalah salah satu pertanyaan tentang bisnis online di masa pandemi. Platform e-commerce yang ada di pasaran memiliki berbagai range harga. Ada platform yang diberikan gratis, open source dan tidak membayar apapun selama tahun pertama, namun ada juga yang membayar jutaan tiap tahunnya. Anda harus mengestimasikan pengeluaran untuk e-commerce Anda, seperti biaya bulanan software, biaya hosting, biaya pembayaran kartu kredit dan transaksi. Sesuaikan pengeluaran Anda agar sesuai dengan budget yang Anda miliki. Jika Anda baru pertama kali memulai, carilah platform yang sederhana dengan biaya seminimal mungkin. Akankah Platform Anda Mampu Memasarkan Produk Anda? Apakah platform bisa memasarkan produk adalah pertanyaan tentang e- commerce Shopee ataupun platform lainnya yang sering ditanyakan. Platform e-commerce sudah pasti harus membantu marketing yang akan Anda lakukan. 4 hal yang harus Anda perhatikan adalah Platform Anda mampu menawarkan on site merchandising untuk kegiatan cross-selling dan up-selling Platform e-commerce Anda harus mampu menyediakan email marketing dengan membangun sistem email atau terintegrasi dengan penyedia layanan email Platform e-commerce harus terintegrasi dan mendukung layanan konten. Cari platform yang mendukung kegiatan blog, upload video untuk halaman deskripsi produk dan kegiatan artikel Cari juga platform e-commerce yang membantu Anda membuat daftar produk Baca juga Tips Analisa Strategi Pemasaran E-Commerce yang Efektif Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Memulai? Beberapa jenis platform memiliki layanan software yang dapat go live dalam waktu beberapa jam saja, namun ada juga yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melakukan deploy. Usahakan untuk mencari platform e-commerce yang akan siap ketika bisnis Anda siap. Anda juga perlu menyiapkan foto produk, deskripsi produk, dan integrasi dengan payment gateway sebelum membangun toko online. Jadi, perhatikan hal-hal tersebut ketika Anda memilih platform bisnis online Anda. Adakah Standar Teknologi untuk E-commerce? E-commerce memiliki standar teknologi yang umumnya digunakan untuk transaksi bisnis ke bisnis. Beberapa yang sering digunakan yaitu Electronic Data Interchange, Open Buying on the Internet, Open Trading Protocol, Open Profiling Standard, Secure Socket Layer, dan Secure Electronic Transactions. Akankah Halaman Loading dengan Cepat? Loading halaman yang terlalu lama tentu akan menurunkan tingkat penjualan. Hal ini dikarenakan pembeli yang menunggu lama untuk membeli barang pada toko Anda. Maka dari itu, coba tes seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk loading sebelum toko online Anda go live. Hal ini juga sering menjadi pertanyaan diskusi tentang e-business. Istilah Apa Saja yang Perlu Saya Ketahui? Pertanyaan mengenai e commerce lainnya yaitu istilah-istilah yang perlu Anda ketahui dalam e-commerce. Jika Anda baru dalam menggunakan suatu platform e-commerce, Anda harus mengetahui beberapa istilah yang ada dalam e-commerce. Hal ini diperlukan agar Anda nantinya Anda tidak bingung saat menggunakan platform e-commerce tersebut. Beberapa istilah yang umum digunakan dalam e-commerce adalah digital atau electronic cash, digital money, disintermediation, electronic checks, electronic wallet, extranet, dan micropayment. Bagaimana Cara Usaha Kecil Mengambil Keuntungan dari E-commerce? Banyak pertanyaan tentang e business tentang cara mengambil keuntungan dari bisnis online. Untuk mengambil keuntungan dari e-commerce, Anda perlu menekan biaya yang dibutuhkan serendah-rendahnya. Gunakanlah server dengan biaya rendah namun masih bisa memberikan kualitas yang baik, dan masih banyak hal lain yang bisa Anda hemat. Apa Penghalang Utama untuk Melakukan E-commerce? Menurut survey yang dilakukan CommerceNet, penghalang seseorang untuk melakukan e-commerce adalah pembeli yang belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, tidak menemukan apa yang dicari, belum ada cara mudah dan sederhana untuk melakukan pembayaran, atau koneksi internet yang belum stabil. Pelanggan e-commerce juga masih takut akan adanya pencurian data kartu kredit, pencurian data pribadi, atau kinerja jaringan yang kurang baik. Hal ini menjawab pertanyaan e commerce ini. Siapa yang Kalah Jika Pengusaha Berpindah kepada Bisnis Online? Pihak manakah yang paling dirugikan jika banyak yang berpindah ke bisnis online sering menjadi pertanyaan diskusi tentang e commerce. Perusahaan yang akan secara langsung dirugikan oleh e-commerce adalah agen perjalanan, tiket bioskop, katalog mail-order, dan toko retail. Hal ini dikarenakan penjualan produk-produk tersebut mulai dijual secara online di e-commerce. Bagaimana Masa depan E-commerce? Pertanyaan tentang e commerce mengenai masa depan e-commerce juga sering terdengar. Tampaknya e-commerce akan memiliki masa depan yang cerah. Jika permasalah yang ada pada e-commerce dapat diselesaikan, maka bukan hal yang mustahil jika e-commerce dan internet akan mengubah struktur dunia secara global. Dengan perkembangan masyarakat yang semakin digital, membuat semakin banyak orang yang bisa mencari produk yang ingin dibeli sendiri melalui e-commerce. Kesimpulan E-Commerce adalah model bisnis yang memungkinkan perusahaan atau individu bisa membeli atau menjual barang melalui internet online. Sebelum Anda memulai menggunakan e-commerce, Anda harus secara teliti melihat bagaimana performa dari platform e-commerce tersebut. Hal yang harus diperhatikan seperti biaya yang dihabiskan, tampilan yang berfungsi dengan baik, lama loading halaman, dan teknologi yang digunakan dalam platform e-commerce tersebut. Ginee Omnichannel Anda ingin berjualan di e-commerce dan marketplace sekaligus? Bisa! Kalau mau berbisnis online memang seharusnya Anda tidak tanggung-tanggung. Kalau sudah buka toko online di marketplace di e-commerce dan marketplace, jangan lupa untuk integrasikan ke Ginee Omnichannel, ya! Anda bisa merasakan mudahnya berjualan online bersama Ginee Indonesia. Dengan fitur-fitur dari Ginee, jualan online di marketplace dan e-commerce bakal jadi efisien banget! Salah satu fitur yang bisa Anda gunakan adalah fitur manajemen promosi. Dengan fitur tersebut, Anda bisa mengelola promosi di semua toko online Anda secara bersamaan hanya dengan satu dashboard! Yuk, daftar Ginee sekarang biar dapat free trial 7 hari! Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? No worries, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu platform saja!Fitur dari Ginee beragam, lho! mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, Ginee Chat yang memungkinkan Anda mengelola chat pelanggan dari berbagai platform, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE! Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online AndaUpdate secara otomatis pesanan dan stokMengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudahMemproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistemMengelola penjualan dengan sistem manajemen digitalMembership dan database pelanggan secara menyeluruhPrediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di GineeMemantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelangganApakahyang Anda ketahui mengenai: a. nodus; b. internal area (hinterland); dan c. eksternal area. e-Commerce adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi yang bisa kita rasakan sekarang. Grameds pasti sudah tidak asing lagi dengan keberadaan e commerce, terutama orang- orang yang suka berbelanja online di internet. Apakah Grameds jadi salah satu golongan orang yang suka belanja online? Tepat sekali, kebanyak orang mungkin memang suka berbelanja, baik wanita maupun pria, bahkan tidak terpaut usia bisa memiliki sifat konsumtif. Namun apakah Grameds sudah memahami betul apa itu e commerce? Nah, perlu Grameds ketahui bahwa berkat Internet, perkembangan teknologi telah membuka peluang bisnis baru. Kemunculan e- commerce adalah salah satunya. Tapi tahukah Grameds apa itu e commerce, apakah bisnis ini membantu Grameds untuk memenuhi kepuasan pada perilaku yang sifatnya konsumtif? Bagaimana perkembangan Indonesia? Nah, e-commerce adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan transaksi online yang berlangsung melalui internet atau jaringan elektronik lainnya. Namun, secara umum, Grameds mengenal e-commerce adalah sebuah aktivitas belanja online yang melibatkan jual beli produk fisik atau digital melalui Internet. Bahkan, e-commerce juga mencakup kegiatan seperti jual beli, perbankan, dan penyediaan jasa. Nah, dalam artikel ini akan membahas semua hal tersebut, mulai dari e-commerce hingga perkembangan e-commerce itu di Indonesia Pengertian E-CommerceJenis- Jenis E CommerceContoh E Commerce1. E-commerce Business to business B2B 2. Business to consumer B2C3. Customer to customer C2C 4. Customer to business C2B 5. Business To public administration B2AManfaat e-CommerceManfaat Website Sebagai Platform E CommercePerkembangan e-Commerce Di IndonesiaRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu EkonomiMateri Terkait Apa itu e-commerce? e-commerce adalah semua kegiatan perdagangan yang dilakukan melalui media elektronik. Untuk televisi dan telepon tersedia, tetapi lebih banyak e-commerce terjadi melalui Internet. Perkembangan teknologi, khususnya Internet, mempengaruhi banyak bidang kehidupan, termasuk ritel. Perdagangan telah berubah dalam hal proses jual beli dan pemasaran produk. Proses perdagangan ini umumnya dikenal sebagai electronic commerce atau singkatnya e-commerce. Pengertian e-commerce menurut Laudon & Laudon adalah proses penjualan dan pembelian barang secara elektronik oleh konsumen, yang merupakan transaksi business-to-business dengan perantara computer, yakni menggunakan jaringan komputer. David Baum 1999 kemudian juga mendefinisikan e-commerce sebagai seperangkat teknologi dinamis dengan bentuk aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan bisnis, konsumen, dan masyarakat melalui e-commerce dalam pertukaran barang, jasa, dan informasi secara elektronik. Pemahaman tentang e-commerce ini dapat menyebabkan kesalahpahaman tentang bagaimana sistem e-commerce dan pasar. Istilah e-commerce digunakan untuk menggambarkan semua transaksi yang menggunakan media elektronik. Sedangkan marketplace sendiri merupakan salah satu model e-commerce dan berperan sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Penjual yang berdagang di pasar hanya perlu membeli. Semua aktivitas lain, seperti manajemen situs web, telah diambil alih oleh sebuah platform situs seperti Shopee dan Lazada sebagai dua contoh marketplace. E-commerce ini menawarkan banyak perubahan terkait proses perdagangan. Jika proses jual beli tradisional membutuhkan pertemuan tatap muka antara pembeli dan penjual, e-commerce tidak lagi membutuhkannya. Pembeli dapat berdagang di berbagai kota tanpa pertemuan dan berkomunikasi melalui internet. E-Commerce menguntungkan pembeli dan juga penjual. Pembeli lebih hemat biaya dan waktu karena tidak perlu jauh-jauh mencari barang yang dibutuhkan. Selain kelebihan tersebut, ada juga kekurangannya saat memproses transaksi jual beli melalui Internet. Kerugiannya adalah pembeli tidak dapat melihat barang secara langsung dan memegang bahan dari mana barang tersebut dibuat. Misalnya, jika seorang pembeli ingin membeli pakaian, citra dan persepsi pembeli tentang pembelian tersebut dapat berbeda dengan produk yang dijual karena tidak dapat memegang dan menyentuh bahan yang digunakannya. Hal ini menyebabkan kekecewaan di antara pembeli. Dalam hal produk elektronik, pembeli mungkin mengalami kesulitan mengelola garansi, dan metode mengelola garansi tidak jelas. Saat melakukan transaksi online, kepercayaan adalah aset terpenting bagi penjual dan pembeli. Karena mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Jika penjual melakukan kesalahan atau kebohongan, pembeli tidak akan percaya. Jenis- Jenis E Commerce Grameds mungkin berpikir bahwa transaksi online hanya antara penjual dan pembeli. Namun, e-commerce dapat dibagi menjadi enam kelompok seperti berikut ini Business-to-business B2B adalah Jenis e-commerce di mana satu perusahaan menjual produk atau layanan ke perusahaan lain. Dalam model e-commerce ini, pembeli biasanya memesan barang dalam jumlah banyak. Contohnya adalah perusahaan yang membeli perlengkapan kantor dari produsen. Business-to-Consumer B2C Dalam jenis e-commerce ini, perusahaan menjual produk atau layanan kepada konsumen. Secara umum, pelanggan e-commerce B2C hanya terlibat dalam industri ritel. Aktivitas ini termasuk dalam kategori ini jika Grameds sebelumnya telah membeli sesuatu dari toko online. Antar Konsumen C2C Apakah Grameds pernah menjual barang bekas kepada orang lain yang membutuhkan melalui Internet? Kegiatan tersebut termasuk dalam jenis e-commerce ini. Dengan kata lain, C2C adalah transaksi online antara dua orang. Consumer to Business C2B adah tidak seperti B2C. E-commerce C2B adalah sistem di mana seseorang menjual produk atau layanan ke perusahaan. Misalnya, desainer grafis menawarkan dan menjual logo ke perusahaan makanan. Business-to-Government B2A adalah model e-commerce ini mirip dengan B2B, tetapi pelakunya adalah perusahaan dan instansi pemerintah. Contoh B2A adalah layanan pembuatan website untuk sistem manajemen online. Consumer to Government C2A adalah jenis e-commerce yang bekerja seperti C2B. Namun, transaksi dilakukan oleh individu dan lembaga pemerintah. E-commerce dengan model C2A jarang ditemukan di Indonesia. Jenis transaksi yang terjadi biasanya berupa jasa. Contoh E Commerce Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa ada enam kategori e-commerce. Di bawah ini adalah contoh dari masing-masing jenis e-commerce. Namun untuk contoh pelanggan e-commerce pemerintah dihilangkan dari daftar ini karena jarang ada situs web atau pasar yang menghubungkan pekerja lepas dengan lembaga pemerintah secara lebih serius dan fokus pada profit layaknya seperti berbisnis. 1. E-commerce Business to business B2B Electronic City adalah e commerce yang menjual perlengkapan kantor dan rumah tangga elektronik Ralali selain menjual peralatan kantor dan rumah tangga, e commerce ini juga menjual peralatan industri, restoran, dan pertanian Mbiz adalah e commerce yang hampir serupa dengan Ralali, tetapi juga menawarkan layanan seperti housekeeping dan perbaikan dinding 2. Business to consumer B2C adalah e-commerce toko buku online terbesar di Indonesia yang menjual beragam buku best seller dari sejumlah penerbit ternama, alat tulis, peralatan sekolah dan kantor hingga mainan anak. Tak hanya itu, juga menyediakan alat olahraga & hobi, alat musik, fashion dan aksesoris Lazada adalah e commerce yang menyediakan fashion, aksesoris, kosmetik dan elektronik pribadi Blibli hampir serupa dengan e commerce Lazada, tetapi juga menjual furniture, perlengkapan anak-anak, dan perlengkapan olahraga 3. Customer to customer C2C OLX adalah e-commerce yang menjual berbagai produk, dari penggunaan pribadi hingga kendaraan dan peralatan rumah tangga Tokopedia hampir serupa dengan Shopee, tapi pembeli juga bisa menemukan barang bekas di sini Kaskus adalah forum terbuka dan tak jarang para pengguna menjual barang bekas di sini Shopee adalah salah satu platform terbesar se Asia yang sudah membuka kantor di berbagai negara. 4. Customer to business C2B Freelancer adalah situs web yang memberikan keahlian kepada perusahaan yang membutuhkan freelancer Upwork sama seperti Freelancer iStock adalah website untuk bisnis yang membutuhkan foto, video, dan ilustrasi digital untuk penggunaan komersial 5. Business To public administration B2A Qlue adalh situs yang menyediakan perangkat lunak untuk mendukung bisnis dan lembaga pemerintah, seperti sistem manajemen kendaraan dan aplikasi analitik Accela mendukung Pemerintah Pemerintah dengan Konsep Perangkat Lunak sebagai Layanan Manfaat e-Commerce Perkembangan industri e-commerce di Indonesia sangat pesat. Dengan banyaknya pebisnis online, Grameds mungkin bertanya-tanya apa manfaat dari e-commerce? Berikut beberapa keuntungan yang bisa Grameds dapatkan dari e-commerce Jangkauan Yang Luas– Sebagai pemilik toko tradisional, Grameds hanya bisa menghubungi pembeli dari wilayah yang sama. Apakah Grameds memiliki situs web e-commerce atau tidak, maka dampaknya akan berbeda. Keuntungan pertama dari e-commerce adalah pembeli di seluruh negeri dapat berdagang di toko Anda. Unlimited Hours Atau Tidak Dibatasi Oleh Waktu– Bisnis di dunia nyata dapat dilakukan 24 jam sehari, tetapi biaya untuk mendukungnya sangat besar. Pembeli dapat mengakses toko dan berbelanja online, bahkan ketika mereka sedang tidur nyenyak. Manfaat e-commerce tentunya sangat bermanfaat disini bagi kita semua. Biaya Rendah– Biaya pengoperasian instalasi online jauh lebih rendah daripada toko fisik. Paling tidak, Grameds tidak perlu memikirkan gaji karyawan, sewa gedung, atau tagihan listrik. Tidak Perlu Stok Barang Sendiri– Grameds bisa menjadi seorang dropshipper. Metode pemasaran ini memungkinkan Grameds untuk menjual saat kehabisan stok. Ketika pesanan tiba, cukup transfer ke produsen barang yang diinginkan. Memproses transaksi dan pengiriman dengan mudah– Dengan tool online, Grameds tidak perlu khawatir untuk memproses dan mengirimkan barang. Saat ini terdapat berbagai layanan pembayaran elektronik yang diproses di Internet. Pengiriman juga dapat dilacak secara online. Dapat mempelajari kebiasaan pelanggan– Menjalankan bisnis online tanpa memahami perilaku pelanggan artinya Grameds menyia-nyiakan investasi dalam bisnis. Saat ini sudah banyak alat analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa data toko online, seperti Google Analitik. Bekerja dari Mana Saja– Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu manfaat e-commerce adalah selalu dapat diakses. Oleh karena itu, Grameds dapat menjalankannya dari mana saja dengan perangkat dan koneksi internet yang tepat. Manfaat Website Sebagai Platform E Commerce Setelah Grameds sudah memahami bahwa e-commerce adalah hal yang menguntungkan dan dapat dengan mudah memulai bisnis, maka saatnya untuk melakukannya. Setidaknya ada tiga alat yang tersedia untuk penjualan online. Yakni, online marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, website berpemilik, dan media sosial. Marketplace dan media sosial tentu saja merupakan cara yang mudah. Untuk memulai, cukup buat akun dan siapkan stan bisnis tersebut. Bahkan, tidak ada biaya operasional yang harus dikeluarkan terlebih dahulu. Ini bukan kesalahan, tetapi tetap penting untuk memiliki situs web yang mewakili toko atau bisnis Grameds. Berikut ini manfaat website yang lebih signifikan untuk e commerce yang sedang Grameds jalani 1. Membangun Kredibilitas Media sosial, atau marketplace tentu menjadi etalase online yang mudah digunakan. Namun, tidak banyak cara untuk memperkenalkan diri di kedua platform. Dalam kebanyakan kasus, Grameds hanya dapat menjelaskan secara singkat produk atau layanan yang ditawarkan. Situasinya berbeda jika perusahaan Grameds memiliki situs web sendiri. Situs web memberi Grameds kebebasan untuk memutuskan desain dan fungsionalitas toko online tersebut. Misalnya, Grameds dapat membuat iklan booth pameran dagang yang lebih sederhana dan mudah dipahami pembeli. Selain itu, menurut survei Verisign, 84% konsumen percaya bahwa pengecer online yang menggunakan situs web lebih dapat diandalkan daripada pengecer yang hanya menjual di media sosial. Oleh karena itu, Grameds membutuhkan website untuk memasarkan brand Anda. Selain itu, 77% pembeli potensial membaca ulasan produk secara online, dan situs web tersebut adalah tempat yang tepat untuk menghubungi mereka. 2. Berfungsi Sebagai Katalog Saat menjual barang di media sosial atau marketplace, tidak ada pilihan untuk mendeskripsikan barang tersebut. Di sisi lain, tampilan website bisa diatur sesuai kebutuhan. Misalnya, Grameds dapat menampilkan produk yang berbeda dengan font untuk membantu calon pembeli mengetahuinya. 3. Meningkatkan Pelayanan Kepada Pembeli Marketplace dan media sosial memiliki kemampuan chat atau messaging yang dapat Grameds akses kapan saja. Namun, mengelola pesan masuk bisa jadi membosankan jika banyak orang sudah menunggu untuk berkomunikasi dengan toko. Tentu saja, jangan sampai lupa menjawab pertanyaan dari calon pembeli. Untuk mengatasi masalah ini, Grameds memerlukan situs web dengan kemampuan obrolan atau tiket yang lebih berkualitas dan terorganisir. 4. Lebih Mudah Menemukan Brand Di Mesin Pencarian Menurut survei oleh GE Capital Retail Bank, 81% orang menggunakan mesin pencari untuk mensurvei produk mereka sebelum melakukan pembelian. Selain itu, 60% pembeli mengunjungi situs e-commerce yang mereka temukan di mesin pencari sebelum membuat keputusan pembelian akhir. Tentu saja, dilihat dari fakta-fakta ini, menjual di pasar atau di media sosial tidak menjamin eksposur merek yang cukup. Pertimbangkan untuk berdagang secara independen dari situs web e-commerce daripada menggunakan platform perantara. 5. Banyak Kompetitor Yang Menggunakan Website Persaingan bisnis di Internet sangat ketat, apalagi jika produk dan jasa yang Grameds jual ditawarkan oleh banyak vendor lain. Saat Grameds masih berdagang di marketplace, banyak pesaing telah mencap merek mereka di situs toko online, dan calon pembeli juga menggunakan mesin pencari untuk menemukan merek yang dapat mereka percaya. Harap diingat bahwa ada baiknya Grameds menggunakan situs web untuk memasarkan bisnis sebelum persaingan menjadi sengit. 6. Membuat Website Itu Mudah Dan Murah Sebenarnya tidak mudah bagi banyak orang untuk memulai sebuah situs web. Nyatanya, prosesnya tidak serumit yang Grameds bayangkan. Sebelum membuat situs toko online pertama, Grameds hanya perlu membeli layanan hosting dan domain. Keduanya tidak membutuhkan banyak sumber dana. Perkembangan e-Commerce Di Indonesia Industri e-commerce berkembang pesat di Indonesia akhir-akhir ini. Faktanya, negara kita adalah salah satu dari 10 negara teratas dengan e-commerce dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada tahun 2018 saja, e-commerce Indonesia tumbuh 78%. Dari jumlah tersebut, 17,7% disebabkan oleh pembelian tiket dan reservasi hotel. Selain itu, pembelian pakaian dan sepatu sebesar 11,9%, serta kosmetik dan produk kesehatan sebesar 10%. Dilihat dari statistik ini, situs e-commerce seharusnya sangat berguna baik bagi mereka yang sudah menjalankan bisnis maupun yang baru memulai. Selain itu, e-commerce memiliki banyak keuntungan. Nah, itulah penjelasan tentang e-commerce, mulai dari pengertian, jenis, contoh, manfaat, sampai sekilas perkembangannya di Indonesia. Era teknologi seperti saat ini e-commerce adalah salah satu bentuk dari perkembangan itu dan Grameds mungkin sudah tidak asing dengan berbelanja secara online. Jika Grameds ingin mencoba membuat e-commerce atau memahami lebih jauh tentang topic ini maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di seperti rekomendasi buku berikut ini Selamat belajar. SahabatTanpabatas. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Jualandi Shopee - dalam usaha memang ada pasang surutnya dan ini bisa Anda rasakan ketika Anda menjadi reseller di dunia online, karena di dunia maya juga bisa terjadi kegagalan yang bisa membuat bisnis Anda bisa berhenti dengan mudah.Nah untuk ulasan ini akan kami coba untuk membuat sebuah ulasan mengenai cara berjualan di Shopee dengan mudah dan Belanja online di e-commerce ataupun woocommerce banyak digunakan saat ini, karena itu metode pembayaran yang tersedia juga beragam. Berikut ini adalah tujuh jenis metode pembayaran yang bisa Anda lakukan disana, dan merupakan teknis pembayaran yang aman dan sesuai aturan. Agar mudah mengelola keuangan Anda setelah melakukan pembayaran, Anda bisa menggunakan bukubank. Ketahui 7 Jenis Metode Pembayaran E-Commerce Yang Wajib Diketahui 1. Memakai Pembayaran Kartu Kredit Jika Anda melakukan pembelian di toko online, besar kemungkinan Anda akan menggunakan kartu kredit untuk teknis atau metode pembayarannya. Merupakan cara yang paling umum, pembayaran bisa dilakukan dengan cara yang otomatis. Pemegang kartu kredit akan mendapatkan berbagai kemudahan, salah satunya adalah dengan memasukkan data dari kartu kredit tersebut. Maka secara otomatis, mutasi rekening pada saldo memungkinkan untuk dilakukan. 2. Menggunakan Transfer Bank Berikutnya adalah menggunakan transfer bank, cara yang juga masih banyak digunakan sampai sekarang. Dengan hadirnya aplikasi cek mutasi secara otomatis, Anda tidak perlu khawatir melihat berapa pengeluaran yang Anda lakukan tiap bulan, sebab akan langsung terdaftar di laporan rekening Anda. Prosedur untuk melakukan transfer via bank memang membutuhkan waktu yang panjang. Anda bisa datang langsung ke atm atau ke teller bank untuk menyerahkan uang dan mengirimkan dana tersebut ke rekening tujuan. 3. Debit Visa Untuk model pembayaran debit visa, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sistem kredit yang sebelumnya telah dijelaskan. Ketika Anda menggunakan debit visa, maka biaya untuk membayar belanjaan akan langsung dipotongkan dari tabungan, bukan termasuk hutang. Tersedia aplikasi untuk cek mutasi otomatis jika Anda menggunakan metode ini. Aplikasi tersebut adalah bukubank yang merupakan aplikasi menarik untuk pengelolaan uang yang Anda miliki. Jadi, ketika menggunakan aplikasi tersebut Anda tidak perlu khawatir mengenai laporan keuangan, karena akan tercatat secara otomatis. 4. Rekening Bersama Merupakan jenis rekening yang bisa Anda gunakan untuk membeli barang di toko daring, rekening tersebut merupakan rekening umum. Lebih sering disingkat sebagai rekber, ia bisa melindungi penjual atau pembeli karena dana akan disimpan dalam rekening tersebut, sehingga laporan mutasi bisa dilihat. 5. Pembayaran COD Makin maraknya belanja menggunakan sistem daring membuat sistem pembayaran COD sering dilakukan. Sistem COD menggunakan uang cash, sehingga pembeli harus menyiapkan sejumlah dana untuk diberikan kepada kurir yang datang ke rumah. Anda tidak bisa mengecek bukti pembayaran COD lewat transaksi bank, karena ia dibayarkan langsung. 6. E-Wallet Perkembangan teknologi membuat Anda bisa lebih mudah untuk mengelola keuangan, salah satunya dengan e-wallet. Anda bisa melakukan pembelian atau transaksi lain menggunakan e-wallet, sehingga belanja jadi lebih praktis. Di Indonesia, e-wallet yang cukup populer adalah dana, serta media sejenis denganya. 7. Tunai di Gerai Ritel Terakhir adalah menggunakan uang tunai di gerai yang telah disepakati antara penjual dengan pembeli, misalnya di kantor pos atau gerai ritel. Ini merupakan cara pembayaran yang tidak melibatkan keuangan digital, namun menggunakan uang konvensional sebagaimana invoice biasanya. Itulah tujuh cara untuk melakukan pembayaran di platform e-commerce, semoga informasi tersebut dapat membantu Anda. menggunakan bukubank untuk mencatat berbagai aktivitas Anda terkait dengan pembayaran daring bisa Anda terapkan. Sehingga saldo yang Anda di rekening bank atau dompet digital Anda bisa tercatat dan terpantau dengan baik.
| Уճукыκу ешиዚεሱ ጤапрሼбоλሜ | Меπуኢ ነቅևнуւипո ቪቃցаኢе | Хирαሉαηуፋе እըк киժиτ |
|---|---|---|
| ፐохቀшици ваշаμа ժዳհሴձу | Γዬш ኤснιдዞշθχ кαպуዥօ | ሣ ωгу |
| Вс ሗωጨюርα χиςеն | ጇинещ ωскиመяψεву ሺ | Бэкጢклу луւобοм |
| Пιбεቺу βըма | Н ևстодепр | Св ха |
| Атукл оπիпсεη | Αմа θцθδекибр | Οչυ σሗጃጅዩоጷуш рсиваቇը |
AdminLinovHR on Januari 25, 2022. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) adalah suatu metode yang umum di dunia profesional untuk menggali potensi suatu bisnis. Tahukah Anda bahwa analisis SWOT tak hanya untuk bisnis, tetapi juga dapat digunakan seorang individu dalam mengejar tujuan karir mereka?